Bahannya nasi putih dan oncom. Memakai oncom hitam yang terbuat dari fermentasi ampas kacang tanah. Sedangkan oncom merah dari ampas tahu.
Kuncinya ada pada pembuatan tumisan oncom atau sambal oncom.
Bahannya: oncom bakar yang dikoyak-koyak.
Bumbu dihaluskan: oncom, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan rawit, terasi bakar, garam, kencur.
Begini langkah membuat Nasi Tutug Oncom:
- Tumis bumbu dengan sedikit minyak sampai harum.
- Masukkan oncom kering yang sudah disuwir.
- Aduk rata hingga adonan lebih kering. Jadilah sambal oncom.
- Terakhir, campurkan sambal oncom dengan nasi. Aduk sambil ditumbuk dengan ulekan. Ditutug, kata teteh geulis ti Parahyangan (gadis manis dari tanah Parahyangan).
- Tambahkan daun kemangi, bila suka.
Nasi Tutug Oncom siap disajikan. Dimakan begitu saja membuat mulut tidak berhenti mengunyah.
Akan lebih enak jika disantap bersama:
- Sambal, biar tambah pedas.
- Lalapan.
- Ikan asin, boleh teri digoreng kering atau gabus.
- Tempe tahu.
- Ayam goreng.
- Ikan goreng atau bakar.
Dalam kesempatan makan siang di rumah makan dekat Air Mancur, Kota Bogor, saya memesan tambahan lauk dan sayur, yaitu:
- Gurame Bakar.
- Tempe tahu goreng.
- Pencok kacang panjang.
- Tumis jantung pisang.
- Sayur asem.
- Sambal lalap.
Lha kok tambahannya banyak?
Tidak jadi soal. Buktinya, dua orang memasukkan semua hidangan di atas ke dalam pencernaan. Meninggalkan kepala dan tulang gurame serta piring kosong.