Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan atau bulan puasa dimana sebulan penuh kita akan berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk memperbaiki hidup beramal ibadah agar mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Bulan Ramadhan atau bulan puasa bulan suci bagi ummat Islam untuk beribadah, bulan yang dinantikan setiap tahunnya karena penuh berkah dan pengampunan dari Allah SWT.
Bulan puasa siangnya kita berpuasa malamnya kita beribadah sehingga hidup terasa indah dan penuh berkah.
Bahagia rasanya saat kita mampu memanfaatkan detik perdetik waktu di bulan ramadhan untuk terus berbuat kebaikan sekaligus introspeksi diri untuk masa depan yang lebih baik lagi.
Sesuatu yang janggal dikala bulan puasa kita makan hanya dua kali saja di saat sahur dan berbuka namun kenapa terjadi pengeluaran meningkat dari biasanya.
Hal seperti ini bisa terjadi disebabkan beberapa hal, mungkin 5 hal berikut menjadi pemicu.
1. Salah Memaknai Puasa
Puasa seharusnya menjadi momentum yang baik selain beribadah sekaligus untuk menyehatkan kondisi tubuh dimana organ pencernaan sudah digunakan nonstop selama sebelas bulan.
Disaat bulan puasa seharusnya kita jangan salah memaknai bulan puasa dimana kita siang berpuasa namun malamnya terus makan tanpa henti yang menyebabkan penyakit menjadi muncul di tubuh kita.
Seharusnya dengan berpuasa makan seperti biasa jangan ada yang di istimewakan cuma menggeser jam makan saja.
Dua kali makan saat sahur dan berbuka secukupnya saja jauh lebih bermakna dibandingkan berlebih-lebihkan saat makan.
Mari memaknai puasa dengan benar puasa itu ibadah dan untuk kebaikan kita bukan sebaliknya.
2. Makan Berlebih saat sahur dan berbuka
Penyebab terjadinya peningkatan pengeluaran saat bulan ramadhan berikutnya adalah makan berlebihan saat sahur dan berbuka.
Ada Kekhawatiran takut kelaparan saat puasa sehingga memakan makanan dengan porsi yang tidak biasa dilakukan.
Menyiapkan hidangan sahur yang diluar kebiasaan serta hidangan berbuka juga demikian maka wajar saja bulan puasa pengeluaran akan menjadi lebih besar dari biasanya.
3. Syahwat Ingin Makan Meningkat
Sudah umum terjadi jika bulan Ramdhan keinginan untuk makan akan meningkat mungkin ini bagian dari godaan setan atau memang naluri tubuh yang menuntut demikian.
Hal ini jika tidak terkendalikan maka dipastikan pengeluaran akan meningkat saat bulan Ramdhan.
Perut kosong keinginan makan tidak dibatasi maka dipastikan uang keluar akan semakin besar tanpa kita sadari.
4. Penjual Takjil Menyebar dimana-mana
Saat bulan puasa menjadi momentum munculnya pedagang musiman penjual aneka macam ragam makanan.
Baik jenis minuman, kue basah bahkan berbagai makanan khas tradisional Indonesia akan bermunculan di bulan ramadhan.
Hal ini juga bisa menjadi pemicu munculnya pengeluaran berlebih saat bulan Ramdhan.Â
5. Lapar Mata Saat Puasa
Saat puasa kondisi tubuh lemah dan letih menahan haus dan lapar akan memicu untuk ingin makan segala jenis makanan.
Lapar mata menyebabkan semua dibeli dimulai dari berbagai jenis kue, buah-buahan, aneka minuman sampai lupa bahwasanya semuanya itu akan mubazir nantinya.
Ingat setelah meneguk segelas air hangat saat berbuka puasa maka segala hasrat keinginan untuk makan dan minuman yang menggebu saat puasa akan hilang seketika.
Maka mari kita menahan godaan mata kita yang saat melihat berbagai dagangan berbuka kita ingin membelinya, mari kita beli makanan berbuka secukupnya saja jangan berlebih-lebihan karena setiap yang berlebihan itu tidak baik bagi kehidupan kita.
***
Mari kita jaga ibadah saat bulan puasa jangan tergoda dengan hal-hal yang merugikan kita terlebih mengenai memenuhi asupan makanan saat bulan puasa.
Puasa seharusnya memberikan kita kenyamanan dan penghematan dari segi pengeluaran bukan sebaliknya.
Semoga puasa tahun ini kita mendapatkan pahala yang melimpah dari Allah SWT, amin.
Salam
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI