Mohon tunggu...
bonjopii nugraha
bonjopii nugraha Mohon Tunggu... karyawan swasta -

saya bukan apa-apa, mau blajar jadi seorang tukang komen yang ngga mutu, nyoba2 bikin blog seperti orang kebanyakan walaupun isi nya masih ngga ada yg mutu. hanya itu saja yang bisa saya tau dari diri saya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Cerita Biker

17 April 2010   05:49 Diperbarui: 26 Juni 2015   16:45 92
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kejadiannya tadi pagi pas saya mau brangkat ke kantor (lembur niy sabtu2 hikss..hiks...)

Kupacu motor meliuk2 melewati sela mobil agar aku cepat sampai di kantor. Sampai di jalan veteran bintaro, beloklah aku di depan pizza hut bintaro. Karena belok aku memperlambat laju motorku. sehabis belok ada seorang muda melambai-lambaikan tangannya seperti hendak memberhentikanku sambil berteriak (ini jelas dia teriak krn aku mendengar walaupun aku sudah pakai helm ber-SNI). Aku berhenti kemudian dia lari menghampiriku. Dia berkata "mas, nebeng boleh ngga? sampe lebak bulus aja" Aku berpikir sejenak dan memutuskan untuk meng-iyakan permintaannya, dalam otakku berpikir semoga tidak ada polisi krn dia ngga pake helm. Sejenak dia langsung melompat dikursi penumpang alias dibelakangku. Diperjalanan aku bertanya, "mas mau kemana?", dia menjawab " saya mau ke fatmawati ngantor", aku berpikir kenapa dia tidak menggunakan angkutan umum saja, kemudian aku melanjutkan pertanyaanku " kenapa ngga naik angkot saja mas, kan banyak tuh ke lebak bulus trs sambung lagi ke kantornya mas", dia menjawab " saya sudah telat mas, tadi harusnya saya bareng sm temen saya tp saya tunggu2 ngga dateng2, ya sudah saya beranikan diri menyetop motor2 yang lewat". Aku menoleh kearah spionku ternyata dia sudah memakai helm cetok (entah darimana dia mendapat helm itu) akhirnya aku memutuskan menghantar dia sampai ke perempatan fatmawati, tepat di lampu merah nya aku berhenti kemudian dia turun " mas makasih ya, ini saya ada rokok mas mau (sambil mengambil sesuatu dari dalam tasnya)." cepat aku menjawab "wah mas, ngga usah makasih, saya ngga ngerokok (terpaksa berbohong krn tiba2 ada gengsi naik dalam otakku)" kemudian dia melanjutkan tawarannya, "atau mau sarapan dulu mas?" Aku bingung menjawabnya krn penawaran ini dilakukan di tengah aku sedang berhenti di lampu merah dan lampu sudah mau hijau. Cepat aku katakan " ngga usah mas, makasih, lain kali aja...udah ijo mas, saya jalan dulu" kemudian aku melanjutkan perjalananku menuju kantor.

Tidak ada pikiran apapun dalam otakku, cuma berniat membantu tanpa ada prasangka apapun. Semoga orang itu ngga terlambat masuk bekerja.

jakarta, 17042010

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun