Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... 🌱

Menulis untuk berbagi pada yang memerlukan. Bersyukur atas dua juta tayangan di Kompasiana karena sahabat semua :)

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pogba Singkirkan "Minuman Bir", Tak Sekadar Ikut Ronaldo, tapi Soal Hati Nurani

17 Juni 2021   06:09 Diperbarui: 17 Juni 2021   06:33 312
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Paul Pogba pemain terbaik laga Timnas Perancis vs Timnas Jerman di Grup F Euro 2020 pada Rabu (16/6/2021) (AFP/MATTHIAS SCHRADER)

Pada Senin lalu, Cristiano Ronaldo membuat heboh jagad maya dan bahkan bursa saham setelah aksinya menyingkirkan botol minuman soda berpemanis.

Pada konferensi pers pra-pertandingan Portugal melawan Hungaria itu, Ronaldo mengajak orang untuk meminum air putih alih-alih minuman berpemanis.

Aksi Ronaldo itu bahkan berdampak ke bursa saham. Setelah aksinya, saham perusahaan minuman popular itu sempat menurun, sebelum akhirnya naik kembali. 

Setelah laga Prancis melawan Jerman, Paul Pogba seolah meniru Ronaldo. Bedanya, Pogba menyingkirkan botol minuman energi yang diproduksi perusahaan pembuat bir ternama.

Pesan kesehatan "minumlah air putih" dari Ronaldo

Ronaldo adalah seorang atlet profesional yang sangat disiplin menjaga kesehatan. Ia melakoni gaya hidup sehat secara ketat meskipun dengan uang yang ia miliki, ia bisa bergaya hidup foya-foya tanpa kendali.

Cristiano Ronaldo dikenal sebagai atlet sepak bola yang mampu bersaing di level tertinggi kompetisi meski usianya sudah tak muda lagi untuk ukuran pemain zaman kiwari.

Pemain berjuluk CR7 ini lahir di Madeira pada 5 Februari 1985. Banyak pemain seusianya sudah tak lagi aktif bermain di kompetisi level atas dunia. Tak heran, peribahasa "Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi" cocok bagi Ronaldo.

Betapa tidak, di usia 36 tahun, Ronaldo terus mencetak gol dan rekor baru. Teranyar, Ronaldo mencetak dua gol yang membantu Timnas Portugal membungkam perlawanan Hungaria dengan skor 0-3. 

Dengan dua gol itu, Ronaldo telah mencetak total 11 gol Piala Eropa. Dua gol lebih banyak dari Michel Platini sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah kompetisi itu. 

Selain itu, Ronaldo menjadi pemain pertama yang tampil dan mencetak gol di lima Piala Eropa, dan di 11 turnamen internasional senior berturut-turut. Ronaldo juga berhasil menjadi pemain tertua yang mencetak dua gol di Piala Eropa, memecahkan rekor sebelumnya yang dibuat oleh Andriy Shevchenko.

Pesan kesehatan dan rohani Pogba

Paul Pogba yang bermain di mantan klub Ronaldo, Manchester United seolah meniru Ronaldo dengan juga menyingkirkan botol minuman. Ada yang menganggap aksi Pogba itu persis meniru aksi Ronaldo sehari sebelumnya.

Akan tetapi, sejatinya Paul Pogba mengirimkan dua pesan sekaligus: pesan kesehatan dan pesan rohani. Sebagai pesepakbola profesional, Pogba tentu memilih juga air putih sebagai minuman terbaik bagi kesehatan.

Selain itu, Pogba yang merupakan pemain beragama Islam nan taat mengirimkan pesan kerohanian. Ia sepertinya tidak nyaman berada di hadapan merek yang diasosiasikan dengan alkohol, sesuatu yang tidak halal bagi kaum muslim. 

Memang benar, botol minuman yang ada di depan Pogba bukan minuman beralkohol, melainkan minuman nonalkohol. Akan tetapi, tetap saja suara hati nurani Pogba berkata lain. 

Atlet dan dilema sponsor olah raga yang tak sesuai hati nurani

Mungkin tak banyak orang memahami, banyak atlet mengalami dilema terkait sponsor olah raga yang tidak sesuai hati nurani dan iman mereka.

Hampir semua agama menolak perjudian, namun saat ini justru sebagian (besar) sponsor klub-klub sepak bola di Inggris adalah operator judi. Para pemain pun "terpaksa" mengenakan seragam tim yang berhiaskan logo bandar perjudian.

Pada Juni 2020, media Inggris melansir bahwa setengah dari klub Liga Utama (Premier League) Inggris dan 17 dari 24 klub Divisi Satu (Championship) disponsori oleh bandar taruhan.

Tidak semua bandar judi menjadi sponsor utama. Kadang bandar judi menjadi sponsor kaus latihan dan atau sponsor kecil saja, yang tidak selalu tampil dalam seragam tim utama.

Beberapa perusahaan minuman beralkohol ternama pun menjadi sponsor kejuaraan dan tim-tim olah raga besar. Para atlet yang menurut agama yang mereka anut semestinya menolak alkohol pun menghadapi dilema ketika "harus" bertanding dengan mengenakan seragam bersponsor perusahaan minuman beralkohol.

Ketidakadilan industri olah raga pada hati nurani dan iman atlet

Dalam beberapa kejadian, terjadi ketidakadilan industri olah raga pada hari nurani dan iman atlet olah raga. Para pemain profesional seringkali menghadapi dilema ketika "dipaksa" oleh keadaan untuk tampil dalam seragam atau suasana yang tak sesuai nurani dan iman mereka. 

Memang benar, para pemain itu tidak diharuskan mengonsumsi produk tak halal. Akan tetapi, tetap saja mereka ini ditempatkan dalam situasi tidak nyaman karena "harus ikut mendukung" sponsor produk-produk yang bertentangan dengan suara hati nurani dan iman para atlet. 

Demi menghormati hak-hak asasi atlet, semestinya para atlet mendapat juga hak untuk memilih sponsor apa yang ingin mereka dukung sesuai suara hati dan iman mereka. Sayangnya, sepengetahuan penulis, hingga kini aturan yang dipersonalisasi itu belum menjadi praktik umum. 

Simpati kita untuk para atlet yang sering harus menghadapi dilema antara mengikuti suara hati dan mengikuti aturan kontrak sponsor. Pada akhirnya, harus kita akui dan sayangkan bahwa industri olah raga secara umum belum melindungi hak-hak asasi beragama para pemain. Utamanya, hak untuk memilih sponsor sesuai ajaran agama yang mereka anut. 

Menurut hemat saya, aksi Paul Pogba menyingkirkan botol minuman dari pabrik bir harus ditafsirkan lebih dari sekadar ikut-ikutan Ronaldo. 

Pogba sedang menyuarakan kegelisahan hatinya sebagai seorang pemain profesional tetapi juga insan beriman yang berhak memilih sponsor sesuai keyakinan dan suara hati. 

Salam persaudaraan. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Jalan Braga Bandung, Ketika Bebas Kendaraan!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun