Baru pada bulan Juli 2012, Dino Patti Djalal selaku Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat merintis Congress of Indonesian Diaspora (CID) di Los Angeles Convention Center.Â
Kongres yang dihadiri lebih dari 2000 orang diaspora Indonesia dari lima benua tersebut menghasilkan "Deklarasi Diaspora Indonesia". Kongres ini menjadi cikal bakal komunitas global diaspora Indonesia yang dinamai "Jaringan Diaspora Indonesia".
Sejatinya, ada beberapa kelompok Diaspora Indonesia. Umpama, Dewan Diaspora Indonesia (Sonita Lontoh), Indonesian Diaspora Business Council (Edward Wanandi), dan Indonesian Diaspora Network (Muhammad Al Arif).Â
Sonita Lontoh adalah ekonom dan teknokrat asal Indonesia yang bekerja di sebuah perusahaan di Silicon Valley, Amerika Serikat.Â
Nadiem Makarim Perlu Serius Optimalkan Diaspora Indonesia
Mudah ditebak, sebagian (besar) Diaspora Indonesia memilih berkarier di luar negeri dan mungkin tak berminat bekerja di Indonesia.Â
Gaji yang lebih baik menjadi salah satu faktor. Faktor lainnya adalah kemudahan untuk mengembangkan ilmu dan kemampuan di luar negeri. Akan tetapi, faktor aturan birokrasi kependudukan rupanya juga mempengaruhi.
Bukan berarti Diaspora Indonesia tidak bisa berkontribusi untuk negara. Justru sebagian besar sangat antusias membantu Indonesia. Masalahnya, ada banyak hambatan.Â
Beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengoptimalkan potensi Diaspora Indonesia yang selama ini terabaikan:
1. Pendataan yang sistematis: Tidak ada basis data Diaspora Indonesia (versi resmi negara) hingga kini. Ganjil, bukan?
2. Payung resmi: Selama ini tidak ada payung resmi untuk merangkul aneka komunitas Diaspora Indonesia.