Jose Gregorio Hernandez, yang lahir pada tahun 1864, dihormati di Venezuela sebagai "dokter orang miskin". Baru-baru ini ia ditetapkan sebagai beato atau "yang berbahagia" oleh Paus Fransiskus.Â
Inilah kisah Beato Jose Gregorio Hernandez, sang dokter budiman dari Venezuela. Kisah pengabdiannya bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun, terutama bagi para tenaga kesehatan.
Masa kecil
Jose Gregorio Hernandez Cisneros lahir di Isnotú, sebuah kota kecil yang terletak di negara bagian Trujillo, di pegunungan Andes, di sebelah barat Venezuela. Dia adalah anak pertama dari enam bersaudara.
Pada usia 13 tahun, Jose Gregorio mengungkapkan keinginannya untuk belajar hukum kepada ayahnya. Namun, ayahnya meyakinkannya untuk belajar kedokteran.Â
Oleh karena itu ia harus pindah ke kota Caracas untuk melaksanakan studi SMA-nya. Sesampainya di ibu kota, ia memulai studinya di Sekolah Villegas, salah satu sekolah paling bergengsi saat itu.
Belajar kedokteran di Eropa
Pada 28 Juni 1888, Hernandez menerima gelar kedokterannya dari Universitas Pusat Venezuela. Setelah lulus, Pemerintah Venezuela memberinya beasiswa yang memungkinkannya ke Paris untuk memperdalam pengetahuannya. Â
Setelah di Paris, Hernandez meneruskan studinya di Berlin, Madrid, dan New York. Ia menjadi ahli bakteriologi terkenal.Â
Mengabdi sebagai dosen dan dokter budiman
Pada tahun 1891, Dr. Hernandez kembali dari Eropa, dan pada bulan November tahun itu, ia memulai karirnya sebagai profesor histologi normal dan patologis, fisiologi eksperimental dan bakteriologi di Central University of Venezuela (UCV).
"Dia selalu merawat pasiennya dengan perawatan terbaik. Dia bahkan membelikan obat bagi kaum miskin," kata Monsinyur Tulio Ramirez kepada kantor berita Reuters.
Saat itu, Dokter Hernandez sedang menyeberang jalan untuk membeli obat bagi seorang wanita tua yang malang. Mendadak sebuah mobil menabraknya. Hernandez wafat akibat kecelakaan pada tanggal 29 Juni 1919 itu.
Mukjizat melalui perantaraan doa Hernandez
Dalam Gereja Katolik, seorang yang telah wafat dapat dinyatakan sebagai beato jika ada bukti bahwa melalui perantaraannya, doa dikabulkan oleh Tuhan untuk sebuah mukjizat penyembuhan.Â
Mukjizat sungguh terjadi melalui perantaraan doa Dokter Hernandez. Seorang gadis muda bernama Yaxury Solorzano selamat setelah ditembak di kepala dalam percobaan perampokan pada 2017.
Ibu Yaxury ternyata telah berdoa melalui perantaraan Hernandez untuk memohon rahmat Tuhan. Kesembuhan Yaxury yang tak dapat dijelaskan secara medis itu dipandang para penyelidik Gereja sebagai suatu mukjizat otentik.
Dinyatakan sebagai beato atau "yang berbahagia"
Berkat mukjizat ini, Dokter Hernandez dinyatakan sebagai beato oleh Paus Fransiskus pada 30 April 2021. Seorang beato atau beata diyakini telah berada di surga dan dapat menjadi perantara doa umat beriman kepada Tuhan.Â
Menurut protokol Gereja Katolik Ritus Romawi, mukjizat penyembuhan kedua harus dibuktikan untuk menyatakan seorang beato atau beata menjadi santo atau santa.Â
Terima kasih banyak, Beato Dokter Jose Gregorio Hernandez. Engkau menjadi inspirasi pelayanan tulus bagi kaum miskin yang sakit. Juga menjadi inspirasi bagi para tenaga kesehatan untuk bersikap setia mengabdi hingga akhir hayat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H