Mohon tunggu...
Biyanca Kenlim
Biyanca Kenlim Mohon Tunggu... Pekerja Mıgran Indonesia - Yo mung ngene iki

No matter how small it is, always wants to be useful to others. Simple woman but like no others. Wanita rumahan, tidak berpendidikan, hanya belajar dari teman, alam dan kebaikan Tuhan.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

#GERUDUK. YOu Will Never Walk Alone JOKOWI!

10 Oktober 2014   19:16 Diperbarui: 17 Juni 2015   21:35 181
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption id="attachment_365339" align="aligncenter" width="300" caption="sumber foto Detik.com"][/caption]

Berbagai adegan sudah tuntas  di pertontonkan oleh para  elit partai  di gedung  DPR , MPR yang terhormat  di sana. Skenario yang tersusun rapi,  sudah di perankan oleh masing masing actor dengan indah dan apik, sesuai arahan sang sutradara. Ber ending Happy bagi kubu  Prahara. Mereka tertawa gembira, bersuka cita.

Para penonton terpukau,  terkesima, Terperangah, ternganga seakan tak  percaya . Ketika para jagoan yang di gadang gadang ,  cuma bisa  mengikuti alur cerita , tak berdaya.  Sang dalang pongah menepuk dada . " Kami akan menggunakan kekuatan kami untuk menginvestigasi dan menghambat" .  Pesan sang dalang  dalam kalimat yang penuh dendam kesumat. Setelah berhasil mengusai kursi2 strategis , Paket ketua DPR, ketua komisi2 di DPR, dan juga memenangkan paket ketua MPR.

Begitu sang kakak,  yang seorang anak Begawan,  yang seorang  Jendral (pecatan),  yang menantu penguasa Orde Baru,  yang memiliki harta triliunan,  yang ketua ParPol,   yang ber adik konglomerat papan atas  tak mampu meraih ambisi sebagai orang no  satu di Republik  ini,  tersingkir oleh  seorang tukang kayu dari desa, yang bukan siapa siapa , hanya rakyat jelata,  betul2 membuatnya  MURKA. Ia merasa  berjasa , mengeluarkan banyak dana  membawa Jokowi menjadi orang no satu di Jakarta.  Dalam wawancara yang di lansir The wall Street Journal edisi Selasa(7/10/2014) Hashim menyebut, yang di capai Jokowi  adalah  penghianatan pribadi.   "Jokowi, harus ada harga yang di bayar"!  Ancamnya.

Setelah terlontar  pernyataan kontroversional bernada ancaman dari Hashim Djojohadikusumo yang akan menghambat presiden terpilih Joko Wododo di kecam public dan , menuai kritik dari berbagai pihak .  Mereka dari KMP beramai ramai memberikan tanggapan bahwa statement itu adalah ungkapan pribadi  Hashim.   Bukan merupakan  representasi dari Koalisi Merah Putih yang kini mendominasi parlemen tersebut.

Fadli  Zon, Waketum Gerindra , di gedung DPR RI Senayan  hari Kamis kemaren mengungkapkan " Saya rasa itu pendapat pribadi pak Hashim, bukan mwakili KMP".

" Kita komitment mendukung pemerintah sepanjang program dan orientasinya untuk kepentingan rakyat"  kata Ketua harian PD Syarief Hasan.

PAN tak ikut ikutan soal itu, karena menganggap sikap itu tak bertanggung jawab dan bisa  mengorbankan kepentingan nasional dan rakyat" kata ketua PAN Bara hasibuan.

Ical dari Golkar pun tak ketinggalan, " KMP akan mendukung program Jokowi yang pro rakyat, kalau bagus kita dukung. Begitu ucapnya. (sumber.Detik.com)

Berbanding balik dengan ucapan para petinggi yang  menyangkal akan menjegal Jokowi, namun pada nyatanya mereka punya agenda tersembunyi, hingga akhirnya dengan vulgar di ucapkan seorang Hashim Djojohadikusumo. Dengan  adegan adegan yang di pertontonkan  para elit KMP,  mengulik perasaan para relawan yang notabene adalah rakyat Indonesia yang menginginkan Jokowi maju  sebagai pemimpin negeri, bukan karena kemauan sendiri.

Para relawan kembali menggeliat, merapatkan barisan, bersatu padu  membulatkan tekad, mengawal presiden pilihan rakyat, dari ancaman mahkluk2 penghambat.  Di perkirakan ratusan ribu relawan Jokowi - JK akan datang ke Gedung DPR/MPR/DPD RI pada tangggal 20 Oktober 2014.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun