Ditulis oleh Adhinda Mayra Fajrizky
Studi Beban Penyakit Global 2015 (GBD 2015) merupakan upaya besar dalam memahami lanskap tantangan kesehatan yang berkembang di seluruh dunia. Dibiayai oleh Yayasan Bill & Melinda Gates, studi ini memberikan analisis mendalam tentang tren kesehatan selama periode 25 tahun, mulai dari tahun 1990 hingga 2015. Studi komprehensif ini mengungkapkan insiden, prevalensi, dan tahun hidup dengan cacat (YLDs) untuk berbagai macam penyakit dan cedera di berbagai geografi dan demografi.
Metodologi Utama
Prosedur Analitis : Studi ini memperbaiki metodologi sebelumnya dengan memasukkan sumber data baru dan memperbarui tinjauan literatur untuk 85 penyebab. Upaya ini memperluas basis data untuk memperkirakan hasil nonfatal menjadi 60.900 sumber data unik yang mengesankan.
Teknik Pemodelan : Dengan menggunakan DisMod-MR 2.1, alat meta-regresi Bayesian, studi ini memberikan pemodelan tren penyakit yang lebih canggih dan akurat. Untuk beberapa penyakit kompleks, strategi pemodelan alternatif digunakan untuk memastikan akurasi data insiden dan prevalensi.
Indeks Sosio-Demografi (SDI) : Unsur baru dalam GBD 2015 adalah pengenalan SDI, indikator komposit yang menggabungkan ukuran pendapatan, pendidikan, dan fertilitas. Indeks ini memungkinkan perbandingan halus pola kehilangan kesehatan dalam konteks sosio-ekonomi yang berbeda.
Temuan Penting
Kondisi Akut dan Kronis : Pada tahun 2015, studi ini mengidentifikasi dua penyakit dengan insiden akut yang melebihi 1 miliar kasus: infeksi saluran pernapasan atas dan penyakit diare. Selain itu, delapan penyakit kronis dan cedera ditemukan memengaruhi lebih dari 10% dari populasi global. Ini termasuk kondisi seperti karang permanen, sakit kepala tipe tegangan, dan anemia defisiensi besi.
Cacat yang Menyebar : Cacat paling umum secara global pada tahun 2015 adalah anemia, memengaruhi 2,36 miliar individu. Ini diikuti dengan gangguan pendengaran dan kehilangan penglihatan, menyoroti dampak luas dari kondisi-kondisi ini pada kesehatan global.
Transisi Epidemiologi : Observasi signifikan dari studi ini adalah pergeseran profil epidemiologi, yang sebagian besar disebabkan oleh penuaan populasi dan perubahan sosioekonomi. Transisi ini bergerak dari penyakit yang secara dominan memengaruhi anak-anak, menuju penyakit non-infeksi yang lebih umum pada orang dewasa.
Peningkatan YLDs : Studi ini mencatat peningkatan terus-menerus dalam tahun hidup dengan cacat, yang disebabkan oleh penuaan populasi global dan perubahan profil epidemiologi yang dipicu oleh perubahan sosioekonomi.
Implikasi
Temuan GBD 2015 sangat penting untuk membentuk kebijakan kesehatan dan intervensi di seluruh dunia. Peningkatan prevalensi dan dampak hasil kesehatan nonfatal, terutama penyakit kronis dan cacat, menuntut strategi yang ditargetkan yang mengatasi kebutuhan khusus dari berbagai populasi. Studi ini menegaskan pentingnya penyesuaian intervensi kesehatan dengan konteks sosio-demografis yang unik dari berbagai wilayah dan negara.
Selain itu, analisis mendalam tentang penyakit dan cedera nonfatal memberikan gambaran kesehatan global yang lebih lengkap, di luar hanya tingkat kematian. Pandangan holistik ini penting untuk memahami seluruh beban penyakit dan untuk merencanakan sistem perawatan kesehatan yang efektif yang dapat merespons perubahan lanskap kesehatan.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, Studi Beban Penyakit Global 2015 menawarkan wawasan berharga tentang pola perubahan kesehatan global. Temuannya menggarisbawahi beban yang semakin meningkat dari hasil kesehatan nonfatal dan perlunya kebijakan kesehatan yang adaptif dan nuansa untuk mengatasi tantangan lanskap epidemiologi yang terus berubah.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI