" Bukber yang bermakna adalah bukber yang bisa mengimplementasikan spirit dan nilai-nilai Ramadan "
Ramadan tiba. Undangan bukber datang dari mana-mana. Entah dari sahabat, kolega ataupun teman lama. Sebuah budaya positif yang patut untuk diapresiasi. Namun tak jarang menimbulkan rasa miris di hati.
Tak jarang ditemui bahwa acara bukber terkesan sekedar acara kumpul-kumpul belaka. Acaranya terasa kosong tanpa makna. Padahal demi mengikuti acara ini kita sudah berkorban banyak, baik waktu maupun biaya. Karena itu perlu diupayakan agar acara bukber ini terasa lebih berkelas dan memberi makna.
Bagaimana cara menciptakan bukber yang berkelas dan bermakna ?
Tak sulit sebenarnya. Kita cukup mengimplementasikan nilai-nilai yang ada pada Ramadan dalam acara bukber. Yakni ajakan bersyukur, saling tenggang rasa, dan semangat berbagi. Dan demi mencapai semua ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
1. Memaknai acara bukber sebagai bagian dari ibadah.
Untuk mendapatkan bukber yang berkualitas tentunya dimulai dari niat yang benar. Karena itu sudah seharusnya menjadikan motivasi ikut bukber sebagai bagian dari ibadah. Bukan sekedar berkumpull dan makan-makan saja.
Bicara ibadah, tentu tak lepas dari bagaimana kita membentuk konektivitas dengan Allah, Sang Pencipta dan juga membina hubungan baik dengan sesama manusia. Bagaimana supaya hubungan yang dibangun secara vertikal maupun horizontal tersebut bisa terbangun dengan baik.
Sebagai implementasinya, ketika mengikuti bukber hendaknya dimaknai sebagai cara kita bersyukur atas segala limpahan nikmat Allah untuk kita. Maklum, sebagai insan kita sering lupa mengucap syukut. Padahal Allah tak pernah lupa memberikan banyak karunianya pada kita. Karena itu, momen bukber seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk banyak-banyak bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas limpahan karunianya.
Tak sekedar tentang hubungan dengan Allah, momen bukber juga sangat baik dijadikan sebagai sarana membina hubungan baik dengan sesama manusia. Yakni, untuk meningkatkan keakraban dan memperkuat tali persaudaraan dengan orang-orang terdekat, baik dengan kolega, teman ataupun saudara.
Sebagai tambahan, ketika kita meniatkan momen bukber sebagai bagian dari ibadah maka akan menjadi pengingat bagi kita supaya bisa memaksimalkan waktu untuk melakukan ibadah-ibadah yang menyertainya seperti salat Magrib, salat Isya, membaca Alquran dam ibadah penting lainnya.