Kehilangan satu pemain membuat Barcelona kehilangan keseimbangan. Tim lawan memanfaatkan situasi ini untuk terus menekan Barcelona yang akhirnya berbuah gol sepuluh menit kemudian dengan diawali dari tendangan sudut.
2.Lini depan kurang maksimal.
Menurunkan Luuk de Jong dengan ditemani Ferran Jutgla dan Ousmane Dembele di barisan depan belum cukup bagi Barcelona. Serangan yang dilancarkan kurang tajam dan minim kreasi.
Sementara pergantian pemain dengan memasukkan Memphis Depay yang menggantikan Luuk de Jong di babak kedua tak memberi pengaruh apapun. Depay gagal menjalankan perannya sebagai penyerang tengah.
Kurang tajamnya lini depan berakibat hanya satu gol yang dihasilkan dari peluang yang didapat. Akibatnya kans memenangkan laga ikut mengecil.
3.Kurang konsentrasi di menit-menit akhir
Menit-menit akhir pertandingan merupakan masa-masa kritis. Banyak gol terjadi pada waktu itu yang merubah hasil akhir terutama lewat skema bola-bola mati.Karena itu perlu konsentrasi penuh ketika diserang.
Masalah hilangnya konsentrasi di menit-menit akhir menjadi salah satu penyebab Barcelona gagal mendapat hasil maksimal dalam beberapa musim belakangan ini. Mereka sering kebobolan dimasa ini.
Pada laga melawan Granada ini dua pemain senior Sergio Busquets dan Gerard Pique gagal menutup pergerakan Antonio Puertas sehingga tendangan pemain Granada ini berhasil membobol gawang mereka.
Hasil imbang ini membuat Barcelona tertahan di posisi enam dengan poin 32. Tentunya hasil yang kurang menguntungkan ini menjadi bahn evaluasi bagi pelatih Xavi Hernandez dalam merancang strategi baru yang sesuai dengan yang dibutuhkan timnya nantinya. Â (EL)
Yogyakarta, 09012022