Semarang 21 Juli 2024, Pancasila sebagai dasar negara tentu mengedepankan nilai - nilai luhur yang diimplementasikan melalui kehidupan sehari - hari. Pancasila sebagai nilai luhur bangsa, tidak lupa dari para perumus Pancasila sebagai dasar negara.Â
Nilai - Nilai Pancasila sebagai implementasi kehidupan sehari - sehari merupakan tujuan Indonesia emas 2045. Salah satu nilai implementasi yang dapat dirasakan adalah menjadi bangsa yang merdeka atas penjajahan.Â
Menjadi bangsa yang terbebas dari penjajahan, tentu saja tantangan zaman semakin beragam dengan kedatangan produk produk impor. Menanggapi hal tersebut, Tim KKN UNNES Giat 9 menggelar Workshop Ecoprint Wanita Agen Pancasila.Â
For your information, Ecoprint adalah sebuah teknik mencetak pada kain dengan menggunakan pewarna alami dan membuat motif dari daun secara manual yaitu dengan cara ditempel sampai timbul motif pada kain. Pewarna alami yang bisa kita temukan antara lain, daun, bunga, dan batang tanaman.
Workshop tersebut digelar minggu, 21 Juli 2024 bertempat di RW. 02 RT 06 Kel. Ngempon, Kec Bergas, Kab. Semarang. Peserta yang hadir adalah Ibu - Ibu PKK RW 01.
Workshop dimulai pukul 09.00 WIB dimulai dari paparan materi Ecoprint. Kemudian, dilanjutkan praktik pembuatan Ecoprint dengan teknik pounding (pukul). Workshop berjalan sekitar 2 jam dan diakhiri dengan pembagian totebag yang telah dibuat oleh Ibu - Ibu PKK.
Workshop tersebut bertujuan mengenalkan Ecoprint kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Kel. Ngempon, Kec. Bergas, Kab. Semarang. Ecoprint juga menjadi salah satu alternatif yang bisa kita eksekusi karena bahan serta alat yang mudah ditemukan dan cukup mudah dilakukan dirumah saja.Â
Dikutip dari Buku Pengayaan PKWU Kerajinan Ecoprint oleh Yuli Chasanah, S.Si., S.Pd., M.Pd., dalam membuat produk ecoprint, berikut cara membuat ecoprint dengan menggunakan teknik pounding sebagai berikut:
Alat dan bahan:
- Kertas koran/Alas plastik
- Plastik
- Palu berbahan kayu
- Dedaunan segar, jati, johar, kalpataru, kenikir, kersen, kesumba, dan lain-lain
- Kain (katun, sutra, rayon, dan linen)
- Baskom cuci
- Tawas
- Air
Langkah - Langkah:
- Siapkan kain yang akan dibuat ecoprint, bentangkan pada alas yang rata, lapisi bagian bawahnya dengan menggunakan kertas koran.
- Tempelkan dedaunan segar yang telah disiapkan pada kain dengan cara tulang daun harus menyentuh kain. Atur posisi daun sesuai keinginan.
- Untuk memunculkan efek cermin dari corak daun, gunakan kain lain untuk menutupnya atau bisa juga dengan cara melipat kain hingga daun berada di tengah kain.
- Â Selanjutnya, lapisi dengan plastik, pukul-pukul atau ketuk secara merata bagian daun dengan menggunakan palu kayu sampai warna dan corak daun keluar.
- Kemudian, perhatikan warna dan corak daun yang menempel pada kain, biarkan selama 15 menit sampai kering.
- Setelah itu, lepaskan daun yang menempel pada kain secara perlahan.
- Biarkan kain hingga tiga hari atau satu minggu untuk mendapatkan hasil terbaik.
- Terakhir adalah melakukan fiksasi, siapkan air dalam baskom dan masukkan tawas.
- Rendam kain pada air yang dicampur tawas selama satu jam.
- Setelah satu jam, angkat kain dan jemur sampai kering.
- Selamat! Produk ecoprint sudah jadi.
Produk Ecoprint bisa dikreasikan secara kreatif dan bisa dipergunakan untuk pribadi atau dipasarkan dalam bentuk produk yang ergonomis tergantung kebutuhan masyarakat. Ecoprint juga menjadi salah satu produk ekonomi kreatif yang bisa kita kembangkan lebih lanjut menjadi produk yang berkualitas untuk kedepannya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI