Dari golongan Pemula, bila anggota Pandu Rakyat terus aktif, dia akan meningkat dan berpindah ke golongan Perintis, yang saat ini sama dengan golongan Pramuka Penggalang. Berkebalikan dengan saat di golongan Pemula, dia akan naik menjadi Perintis Kelas 2 dan selanjutnya Perintis Kelas 1.
Dari golongan Perintis, setelah melalui Pengembangan Kelas 1, dia akan naik ke golongan Penuntun. Golongan yang saat ini sama dengan Pramuka Penegak. Di sinilah, seorang Pandu Penuntun dapat berusaha untuk mencapai tingkatan tertinggi sebagai peserta didik, yaitu Pandu Garuda.
Dalam ilustrasi tersebut digambarkan juga lambang Pandu Garuda, hanya karena dicetak dalam satu warna (monocolour), jadi tidak diketahui warna asli lambang Pandu Garuda itu. Hanya diperkirakan ada warna hitam sebagaimana warna kacu atau setangan leher Pandu Rakyat, serta warna merah dan putih.
Ilustrasi tersebut juga menampilkan sasaran akhir sebagai Pandu Garuda, yaitu ke masyarakat. Menjadi bagian dari masyarakat, dan sekaligus siap membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Masih Harus Dilengkapi
Kembali ke buku yang saya susun untuk menyambut 20 tahun ATAS. Wadah yang dinamakan ATAS tersebut berdiri pada 10 Desember 2004, ketika berlangsungnya Konferensi Kepanduan Asia-Pasifik ke-21 di Brunei Darussalam. Saat itu, sejumlah anggota delegasi dari organisasi nasional kepanduan di kawasan Asia-Pasifik yang pernah mencapai tingkatan tertinggi ketika masih menjadi peserta didik, sepakat untuk menggabungkan diri dalam satu wadah.
Setidaknya ada tiga nama yang diusulkan untuk menjadi nama bagi wadah komunitas persaudaraan tersebut. Akhirnya, diputuskan menggunakan nama Association of Top Achiever' Scouts yang disingkat ATAS. Singkatan itu juga bermakna baik bila dilihat dari Bahasa Melayu, bahasa yang digunakan di Brunei dan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand di bagian Selatan. Atas dapat berarti yang paling tinggi, puncak, dan terbaik, yang diharapkan menjadi simbol bahwa para anggotanya adalah para pandu yang paling tinggi, puncak, dan terbaik di negara masing-masing.
Awalnya keanggotaan ATAS hanya terbuka di wilayah Asia-Pasifik saja, tetapi kemudian berkembang ke seluruh dunia. Itulah sebabnya, nama komunitas tersebut kini adalah ATAS World. Sampai saat ini, hampir 15.000 pandu yang pernah mencapai tingkatan tertinggi di negara masing-masing menjadi anggota ATAS World.
Pada Desember 2024, ATAS World merayakan ulang tahunnya ke-20 yang dilakukan secara hybrid di India dan diikuti secara online dari banyak negara. Pada perayaan itu, Presiden ATAS World, Simon Hangbock Rhee yang berasal dari Korea Selatan dan para pengurus lainnya yang sudah memegang jabatan secara sukarela selama 20 tahun, diganti dengan pengurus baru. Param Palany dari Malaysia dipilih menjadi Presiden ATAS World.
Ada yang menarik ketika dibuka pemilihan pengurus baru ATAS World. Manajemen lama mengumumkan diperlukan 4 orang untuk mengisi posisi pengurus baru ATAS World pada November 2024. Ternyata yang mendaftar memang hanya 4 orang, dan semuanya langsung terpilih. Di antara 4 orang itu kemudian memilih Presidennya, yang akhirnya mengerucut pada nama Param Palany.