Membedah Sistem Pertandingan Cabor Bridge di PON Aceh-Sumut 2024
Oleh : Bert Toar Polii
Setelah melalui proses yang panjang dan cukup rumit, akhirnya cabor Bridge ditetapkan akan bertanding di Hotel Renggali Takengon Aceh Tengah.
Padahal sebelumnya cabor bridge telah ditetapkan akan bertanding di Hermes Palace Hotel Banda Aceh. Hermes Palace Hotel kemudian ditetapkan sebagai tempat menginap tamu VVIP dan VIP,
Di Takengon sendiri mempertandingkan 3 cabor, yaitu Bridge, Berkuda dan Triathlon.
Khusus untuk cabor bridge pesertanya ditempatkan di beberapa hotel lain karena Hotel Renggali khusus ditempati Panpel Cabor Bridge.
Pertandingan cabor bridge sendiri telah ditetapkan akan berlangsung dari tanggal 9 September dan berakhir tanggal 18 September.
Diawali dengan pertandingan dua nomor pasangan, yaitu pasangan putra dan putri.
Sistem pertandingan untuk nomor pasangan ini diawali dengan babak penyisihan selama tiga hari dimana semua pasangan akan saling bertemu.
Peserta nomor pasangan putra tercatat ada 24 pasangan dari nomor tim putra ditambah 5 pasangan yang lolos dari PRA-PON yang diadakan di Palembang beberapa waktu yang lalu.
Jadi akan dimainkan 29 session dengan penilaian top integral. 10 pasangan terbaik akan lolos ke babak final. Babak final juga akan bermain setengah kompetisi pada tanggal 12 September.
Ada sedikit perbedaan dimana hasil babak penyisihan sebesar 25% akan tetap dibawa oleh para finalis.
Untuk nomor putri diikuti 18 pasangan dari tim putri ditambah 4 pasangan yang lolos dari PRA-PON yang diadakan di Palembang beberapa waktu yang lalu.
Sistem pertandingan sama dengan pasangan putra.
Hasil babak final, peringkat 1 mendapat medali emas, peringkat 2 medali perak dan peringkat 3 dan 4 berhak atas medali perunggu.
Nomor tim putra, putri dan campuran akan diselenggarakan bersama-sama.
Dimulai babak penyisihan dengan sistem pertandingan kompetisi penuh atau setiap tim akan bertemu dua kali.
Babak penyisihan diikuti 8 tim putra, 6 tim putri dan 6 tim campuran. Awalnya seharusnya tim campuran diikuti 8 tim. Namun disaat terakhir Kaltim dan tuan rumah Sumut mengundurkan diri.
Ini perlu menjadi pelajaran penting kedepan agar tidak terulang lagi. Karena sayang harus kehilangan jatah buat dua daerah yang jika ada aturannya bisa digantikan oleh peringkat di bawahnya,
Selanjutnya 4 tim terbaik hasil babak penyisihan akan berlaga di babak semi final.
Pertarungan di babak semi final akan berlangsung dengan sistem knock-out 3 segmen @16 papan.
Babak semi final berlangsung tanggal 17 September.
Pada babak semi final peringkat 1 babak penyisihan mendapat keistimewaan untuk memilih lawan dari peringkat 3 atau 4.
Peringkat 2 melawan tim yang tidak terpilih.
Pemenang babak semi final akan berlaga di babak final pada tanggal 18 September memainkan 3 segmen @16 papan.
Kedua regu yang kalah tidak bertanding lagi karena otomatis mendapat medali perunggu.
Peserta tim putra :
- Aceh
- Sumut
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sumatera Selatan
Peserta tim putri :
- Aceh
- Sumut
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Timur
Peserta tim mixed :
- Aceh
- Kalimantan Barat
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Sumatera Selatan
- Sulawesi Utara
Tambahan pasangan putra :
1. Rudy Faizal B & Hendry James H (Sulsel)
2. Belly R & Prananta B (Jabar)
3. Uyun M & Jujen (Gorontalo)
4. Lalu Ahmad Husein & Lalu Suyatman (NTB)
5. Â Bram Vicario & Yosep Warman (Banten
Tambahan pasangan putri :
1. Dwisari Wiguna & Annisa Fakhridina (DIY)
2. Retno Kusumastanti & Alang Amanda Puspa (DIY)
3. Siti Chaerani & Lucinda Dewani S. (Jabar)
4. Gladies Yunita M & Deisy Natali T. (Sulut)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H