Mohon tunggu...
Bernadetta MeitadwiarnifaM
Bernadetta MeitadwiarnifaM Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Airlangga

I like to sing and playing music

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Psoriasis: Memahami Penyakit Kulit yang Banyak Dikenal, Namun Jarang Dipahami

24 November 2024   23:23 Diperbarui: 24 November 2024   23:27 79
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Mengenal Penyakit Psoriasis 

Psoriasis adalah penyakit autoimun berupa inflamasi kronis yang melemahkan kondisi kulit, tidak menular dengan penyebab yang belum pasti yang sering kali dianggap sepele, akan tetapi ini merupakan penyakit kronis yang kompleks dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan. Walaupun banyak orang yang mungkin telah mendengar tentang psoriasis, tidak banyak yang benar-benar memahami apa yang terjadi di balik gejala yang terlihat. Penyakit ini ditandai oleh pertumbuhan sel- sel kulit yang cepat, menyebabkan lapisan kulit menjadi menebal, bersisik, dan sering kali berwarna merah. Meskipun tidak menular, psoriasis dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan emsoional bagi penderitanya, sehingga pemahaman yang mendalam tentang kondisi ini sangat penting. 

Jenis-Jenis Psoriasis 

Kelainan utama pada psoriasis adalah hiperproliferasi oleh proses keratinisasi yang lebih cepat dari biasanya. Psoriasis pada umumnya muncul pada bagian tubuh manusia, seperti kulit kepala, siku tangan, Kuku, lutut, leher, perut dan didekat ketiak. Menurut RS Pondok Indah  terdapat beberapa jenis-jenis Psoriasis : 

1. Psoriasis Plak 

Psoriasis yang paling umum dimiliki banyak orang dimana, kulit terlihat kering, menebal dan bersisik. Plak yang menimbul dapat menyebabkan rasa sakit dan gatal, terasa ada yang terbakar di area tersebut. Tipe ini terjadi pada jaringan lunak seperti alat kelamin dan sekitar mulut. 

2. Psoriasis Kuku
Psoriasis yang terjadi di sekitar kuku tangan dan kaki. Umumnya, gejala muncul di tepi kuku, yang menyebabkan kuku terpisah dari jaringan kulit di sekitarnya. Dalam kondisi yang lebih parah, kuku dapat terlepas sepenuhnya.

3. Psoriasis Kulit Kepala
Psoriasis yang muncul di area kulit kepala. Bagian yang terkena biasanya berwarna merah, disertai rasa gatal, dan memiliki sisik berwarna putih keperakan. Tipe psoriasis ini juga dapat meluas hingga mencapai garis rambut.

4. Psoriasis Gutata
Psoriasis ini ditandai dengan kemunculan bercak kecil di permukaan kulit secara mendadak dan tidak bersifat menular. Tipe ini biasanya dipicu oleh infeksi bakteri seperti tenggorokan yang meradang, dan dapat muncul di area lengan, kaki, serta kulit kepala.

5. Psoriasis Inversa
Biasanya muncul di area kulit seperti ketiak, selangkangan, di bawah payudara, dan di sekitar alat genital. Psoriasis jenis ini bisa bertambah parah akibat gesekan dan keringat, sehingga muncul bercak halus berwarna merah pada kulit yang terlihat meradang.

6. Psoriasis Pustular
Psoriasis pustular biasanya terbentuk di tangan dan jari-jari. Tipe ini berkembang dengan cepat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena bisa menyebabkan lepuhan yang berisi nanah. Selain itu, psoriasis ini dapat disertai gejala seperti demam, menggigil, gatal berat, dan diare.

7. Psoriasis Eritroderma
Tipe psoriasis ini paling jarang ditemui. Ciri-cirinya adalah munculnya ruam merah yang menyebar ke seluruh tubuh, disertai pengelupasan kulit dan rasa gatal, serta sensasi terbakar yang tidak nyaman.

8. Psoriasis Arthritis
Psoriasis ini tidak hanya menyebabkan peradangan pada kulit tetapi juga mengekspos sendi yang bengkak dan nyeri, mirip dengan gejala arthritis. Tipe ini dapat menyerang sendi di mana saja di tubuh.

Penyebab Psoriasis yang berdampak bagi kulit pada manusia

Penyebab psoriasis sampai saat ini masih belum jelas dan yang sudah diketahui adalah faktor-fktor yang mempengaruhi timbulnya psoriasis berdasarkan data epidemiologi, antara lain , daerah, iklim, keturunan, dan faktor lain. Orang kulit putih lebih banyak mengalami psoriasis daripada kulit berwarna, secara faktor keturunan psoriasis diturunkan secara autosomal dominan, serta stres dapat memperberat psoriasis. 

Psoriasis tidak dapat sembuh, tetapi bisa diredakan peradangannya

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat sepenuhnya menghilangkan psoriasis dari tubuh, sehingga individu yang terdiagnosis dengan kondisi ini harus memahami bahwa ini adalah penyakit yang berlangsung seumur hidup. Namun, meskipun psoriasis bersifat permanen, gejala-gejalanya bisa dikelola dan diperbaiki dengan berbagai metode pengobatan dan pendekatan gaya hidup. Dalam konteks ini, meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya menyingkirkan psoriasis, ada banyak pilihan yang dapat membantu mengurangi gejala yang ditimbulkan. Beberapa metode yang umum digunakan termasuk terapi topikal, seperti krim dan salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, serta terapi cahaya ultraviolet untuk memperbaiki tampilan kulit. Selain itu, pasien juga bisa menerima pengobatan sistemik yang bekerja dari dalam tubuh untuk mengontrol respon imun yang terlalu aktif. Melalui pendekatan ini, penderita psoriasis dapat mengalami masa-masa tanpa gejala atau remisi, di mana kulit mereka tampak lebih sehat dan tidak teriritasi.

Cara Mencegah dan pentingnya Edukasi Psoriasis

Mencegah psoriasis dan pentingnya edukasi mengenai penyakit ini merupakan dua aspek yang saling terkait dan sangat diperlukan untuk membantu individu yang berisiko atau terdiagnosis dengan psoriasis untuk mengelola kondisi mereka secara efektif. Mengingat bahwa psoriasis adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, langkah-langkah pencegahan yang proaktif sangat penting untuk mengurangi frekuensi dan intensitas flare-up. Salah satu cara untuk mencegah psoriasis adalah dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicu yang dapat memperburuk kondisi, seperti stres, infeksi, dan perubahan musim. Mengelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan mental. Selain itu, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, kaya akan omega-3, antioksidan, dan serat, dapat menurunkan peradangan dan mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan. Menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan merokok juga penting, karena kedua faktor ini telah terbukti dapat memperburuk gejala psoriasis pada banyak orang.

REFERENSI :

Pezzolo E, Naldi L. Epidemiology of major chronic inflammatory immune-related skin diseases in 2019. Expert Rev Clin Immunol. 2020 Feb 1;16(2):155–66.

Shavit E, Shear NH. An update on the safety of apremilast for the treatment of plaque psoriasis. Expert Opin Drug Saf. 2020 Mar 21;1–6

Indah Pricilia Ely, Diany Nurdin, Muhammad Nasir, Asrawati Sofyan, DERMATITIS SEBOROIK (Seborrheic Dermatitis) , Jurnal Medical Profession (Medpro): Vol. 2 No. 1 (2020): Februari 2020

Nair PA, Badri T. Psoriasis. [Updated 2022 Apr 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-.

Sutanto, N. R. and Budianti, W. K. (2021) ‘Perkembangan Terkini Terapi Sistemik Psoriasis Current Systemic Therapy for Psoriasis’, J Kdokt Meditek, 27(2), pp. 136–146. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun