Variasi Produk. Yang membedakan produk massal/pabrik dan kerajinan tangan adalah sentuhan seni. Itulah nilai kepuasan lain yang saya temukan dengan menghadiri Inacraft. Dan di Inacraft 2014 ini makin bervariasi. Yang tradisional, seperti karya  tenun daerah masih banyak ditemui. Yang modern juga tak kalah menarik. Atau kombinasi tradisional dan modern. Pecinta berbagai seni bisa terpuaskan, dari lukis sampai ukir. Dan saya pikir, Indonesia sangat kaya dengan ragam seni unik. Tak heran bila di Inacraft ini banyak berseliweran ekspatriat dari Eropa, Amerika, dan Asia timur. Bahkan bila sampai seluruh stand  di Inacraft ini dibawa pameran ke luar negeri, pasti akan menyita banyak perhatian dunia.  Di Inacraft 2014 saya juga menemukan stand dari Iran di luar stand-stand produk nasional. Artinya, ajang ini juga diminati produsen kerajinan luar negeri.
[caption id="attachment_333644" align="aligncenter" width="430" caption="Memajang foto kepala daerah jadi ciri khas stand daerah. (dokpri)"]
Tentu saja di luar kelebihan di atas, masih ada yang mengganjal di mata saya. Misalnya saja, desain stand dari daerah (pemda dan pemkot) yang dari tahun ke tahun begitu-begitu saja. Satu-satunya yang mengesankan saya adalah paviliun Jawa Tengah. Selebihnya, seperti layaknya bazar kerajinan di tingkat provinsi. Padahal ini ajang nasional dengan pengunjung Internasional. Yang menyebalkan adalah seolah ada kewajiban untuk memajang foto pemimpin daerah/kota di setiap stand mereka. Apakah foto itu ikutan dijual? Lainnya, adalah soal kebersihan yang menurut saya belum sepenuhnya dijaga pengunjung. Padahal tempatnya sudah jelas keren. Tapi tetap saja budaya menjaga kebersihan sangat kurang.
1290 Stand
Pameran kerajinan terbesar di Indonesia Inacraft 2014 dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga didampingi Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).
Inacraft  diikuti sekitar 1.600 peserta dengan 1.290 stand yang tersedia. Barang-barang kerajinan yang dipamerkan antara lain berbagai bentuk kerajinan tekstil, seperti batik, tenun, bordir, ikat dari berbagai daerah di Indonesia. Ada juga berbagai furnitur unik khas daerah Indonesia, seperti Lombok, NTB dan lain-lain. Di antaranya kerajinan berupa patung, ukiran kayu, dan kaca patri. Bisa juga ditemukan aneka perhiasan dari mutiara, emas, perak, batuan permata dan lainnya.
Pengunjung diberlakukan tiket masuk Rp 20 ribu/orang. Namun bagi anak-anak dan orang tua yang sudah berusia 60 tahun ke atas, tidak dipungut bayaran dan cukup menunjukan KTP di pintu masuk.
Oh iya, saya ikutan lomba twitpic di booth yang disediakan oleh panitia Inacraft. Dan bersyukur bisa jadi salah satu pemenangnya.
[caption id="attachment_333651" align="aligncenter" width="486" caption="Selfie dulu ah. (dokpri)"]
***
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H