ya emang kuliah bisa di katakan tidak wajib, dari dulu juga begitu cuma faktor sebenarnya dari permasalahan ini teman-teman tau tidak apa?
ya UKT Menjadi Mahal....
Sebenarnya saya tidak perlu membahas ini sih karena saya kuliah di Kampus swasta.
Tapi ada tapinya nih UKT PTN saja bisa mahal apa lagi Swasta pasti akan menjadi pesaingan tentang hal Kenaikan UKT.
Sebenarnya juga pembahasa diatas belum masuk apa apa sih.
Tapi kenapa sih beberpa orang seperti anak petani dan pekerja lainnya mau kuliah?
Ya jawabannya pasti untuk mendapatkan kerjaan di suatu hari nanti. kok gitu?
Karena ingin membuat atau membantu orang tua agar bisa istirahat di hari tua dan bisa memberikan sedikit pendapatan kepada orang tua jadi kedepannya orang tua kita tidak perlu lagi bekerja terlalu berat.Â
INGAT tidak bekerja terlalu berat bukan tidak berkerja.
Kenapa kuliah dan UKT bisa menyambung ke Pekerjaan dan Pendapatan atau penghasilan....
Ya pasti nyambung lah teman-teman nih contoh lowongan perusahan atau startup buka
- Usia 27 - 40 tahun
- Pendidikan minimal D3/S1 semua jurusanÂ
- Diutamakan memiliki pengalaman minimal 3 tahun sebagai tenaga bla bla
- Diutamakan memiliki pengalaman di industri Bla bla bla
- Belum pernah bergabung di industri BLA bla  sebagai agen maupun leader
- Perpenampilan menarik
- Bisa mengendalikan Alam Semesta
Nah itu contohnyaÂ
Kenapa masih tidak nyambung lagi pembahasan kali ini.
Oke saya runut lagi pelan pelan
Ini contoh tujuan saya kuliah sebagai studi kasus pembahasan kali ini.
Saya Himang mau kuliah di kampus negeri maupun swasta, dengan alasan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang duduk di belakang layar atau komputer dan mendapatkan gaji UMR.Â
Dikarenakan lowongan pekerjaan di kantoran saat ini adalah s1 minimal apa lagi IKN jadi di tempat saya di Kalimantan Timur dan saya masih anak lulusan SMA/SMK sederajat.
Mana bisa bersaing dengan orang yang datang dari luar pulau dengan gelar S2, doktor, Profesor dan lain-lainnya. Yang ada saya jadi pembantu mereka kedepannya.
Ya pastinya orang kantor ataupun orang pemerintahan bukanya yang sudah perpendidikan tinggi contohnya saja PNS noh paling banyak buka kan untuk S1 dan seterusnya.
Kenapa kekeh mau S1 atau kuliah?
kembali lagi nih kita keawal agar bapak mamak saya bisa banyak waktunya dengan saya dan adek-adek saya di rumah dan kami bisa menemani mereka jadi setidaknya mereka tidak stress memikirkan masa depan kami atau adek-adek saya kedepan karen ada saya nantinya yang bisa membantu mereka.
karena kebetulan bapak dan mamak saya sekolah hanya sampai sd-smp ijazah hilang dan kebakar dll. Tidak bisa lagi di cari maupun di buat surat bahwa pernah sekolah.
Alhasil mereka berdua bekerja lebih keras dari mereka yang pernah sekolah dan memiliki ijasah.Â
Contoh:
orang yang bersekolah/kuliah+(Ijasah) bekerja dari jam 8 pagi sampe jam 3-4 sore. Masalah Gaji Pastinya UMR
Orang tua saya bersekolah namun ijasah tidak ada (Dianggap tidak sekolahlah) menjadi isitilah tidak ada waktu tetap jam kerjanya bisa dari pagi jam 5 balik sore kerja lagi malam dan gajinya pas-pasan untuk kami makan sehari-hari.  Masalah Gaji tidak UMR tidak menentulah.
 Emang saya mau begitu terus ya tidak dong. makanya saya memilih untuk kuliah siapa tau saya bisa bersaing untuk mendapat kerjaan yang sekarang hampir rata-rata Harus punya Ijazah S1 dan seterusnya.
Emang kamu yakin bisa dapat kerja kalau dah s1, ya yakin saja dulu.
kenapa tidak buka usaha. Hey orang tua saya saja kesusahan hidupin kami sampe sekarang apa lagi mau buka usaha. (Kalau tidak mengerti ya tahap ini kita lupakanlah)
Oke sampai sini cerita contoh kita kali ini lanjut? ya lajut...
Gak deh buat kesimpulan saja. Jadi Begini...
UKT MAHAL
Negeri lagi hadeh, jawaban seharusnya orang mau itu baik kami akan membuat keseuaian tentang pembayaran kampus dan sebagainya. Bukan jawabannya KULIAH TIDAK WAJIB.Â
Hey apakah kita sekarang mau dan bertambah bodoh dengan biaya pendidikan yang mahal dan masayarakat seperti saya ini tidak bisa mendapatkan ilmu yang setara dengan kamu-kamu yang sudah ada di pemerintahan dan sebagainya?
Pada Maret 2023, ada 10,15% penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang sudah menamatkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.
Pada Maret 2023, penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang pendidikan terakhirnya SMA/sederajat ada 30,22%, kemudian SMP/sederajat 22,74%, dan SD/sederajat 24,62%.
Pada periode sama, persentase penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang tak punya ijazah pendidikan atau surat tanda tamat belajar (STTB) apapun mencapai 12,26%.
Provinsi dengan persentase penduduk tanpa ijazah paling banyak adalah Papua (34,38%), Gorontalo (23,38%), dan Kalimantan Barat (19,57%).
Sedangkan provinsi dengan persentase penduduk tamatan perguruan tinggi terbanyak adalah DKI Jakarta (18,02%), DI Yogyakarta (15,61%), dan Sulawesi Tenggara (15,11%).
sumber : databoks.katadata.co.id
Dari data diatas berapa orang sih yang dapat pekerjaan berapa orang yang bisa buka lowongan pekerjaan?
Berapa Persen?
Penduduk kita masuk peringkat 4 saat ini dengan pupulasi 200 juta lebih.
peringkat indonesia produktif sudah bekerja di dunia ndonesia berada di urutan ke-107 dari 185 negara. (2022)
Jika penduduk kita kurangnya pendidikan yang lebih tinggi mau jadi apa rakyat yang 200 juta ini kedepannya?
Apakah yakin bisa Naik tu Ranking kita sebagai manusia yang Produktif dan Bisa bersaing menjadi Leader dan di segani negara luar?
OKE sampai situ dulu pertanyaannya
Pada intinya semua orang bebas mau kuliah apa tidak namun kalau pilihannya di buat jika ingin kuliah anda harus membayar kuliah satu semester 10 juta. Sedangkan gaji orang tua kita 5 juta perbulan itu saja gabungan suami-istri.
pada akhirnya kuliah bukan untuk pilihan tapi tidak bisa berkuliah dan tidak bisa mendapatkan pendidikan jika tidak ada uang untuk membayar. kata orang teh (lu gk usah kuliah kalau tidak mampu )
jadinya indonesia menjadi masyarakat yang pendidikannya  rendah dan tidak tau apa apa tentang pengetahuan dan sebagainya bakal mudah di kendalikan oleh orang yang berpendidikan (Oknum) yang pintar namun membodohi orang lain. Oknum di kumpulin bisa jadi sebuah negara.
Kata filem filem sampai bile bile kau tetap tidak bisa menjadi negara maju dan berkembang, penduduk banyak namun tidak bisa menjadi apa apa menang jumlah belum tentu menang stategi.
Sekian dari hati saya jika salah. Ya pasti salah mohon berkenan menerima kesalahan saya hehehe..
Salam dari saya anak kurang dapat pendidikan yang harus berusaha membayar lebih agar mendapatkanya heheheh...
Indonesia emas = Emas emas indonesia?
e mas bisa kerjakan itu buat saya? (perintah orang luar yang punya pendidikan menyuruh saya kedepannya)
Salam dunia menulisÂ
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI