Anda lalu meminta ijin Bin Harlan, agar mengijinkan untuk memakai single di 'Frekuensi Perangkap Tikus' di album keduanya. "Karena gue lagi bikin album kedua gua. Gue akhirnya ngobrol sama Bin Harlan, gua ambil itu lagu untuk bisa masuk di Album kedua gua. Dan akhirnya jadi single pertama, menurut gue itu adalah hal baru yang gua lakuin sama Bonita, untuk jadi single pertama", ujar Anda lagi.
Sebagai musisi, Anda sendiri mengidolakan The Beatles, Elvis Presley, dan Stray Cat. Anda awalnya, ingin bikin lagu yang simple, hanya memakai gitar akustik. Sebab terkesan personal. "Pengen bikin lagu yang kayak gitu ajaa sihh (seperti idolanya-red). Dan dibiknnya juga sesimpel itu, cuma pake gitar akustik. Karena biar keliatannya lebih personal aja". Ia lalu menceritakan bagaimana pergulatannya dalam menciptakan single itu bersama Bonita.Â
Anda pada awalnya berkeinginan untuk memakai banyak instrument. "Dan gua akhirnya udah sekian lama nggak kerja bareng Bonita, Itu dia yang gua coba buat siyh. Karena gua waktu itu coba bikin lagu bareng Bonita, sebanyak dua kali. Yang pertama, itu berantakan (karena gua coba pakai piano, pake beragam instrument, malah jadi kacau). Akhirnya balik lagi ke gitar, dan Bonita juga udah bingung dihari pertama, karena pindah-pindah, dia jadi ga jelas", ungkap Anda.
Lantaran kesal, karena belum menemukan suara instrument yang pas, ia lalu balik lagi memakai instrumen gitar. Ia bersama Bonita, lantas menyelesaikan lagunya di sebuah taman di depan studio rekaman mereka.Â
"Terus bete juga. Dan akhirnya sampai sudah mendekati waktu harus, dikasih-deadline. Akhirnya balik ke gitar, dan waktunya nyelesaikan nya di studio. Kita cuma minta waktu, sama Virzie yang waktu itu ngerekamin waktu itu. Dulu adalah produsernya Mata Jiwa juga, album pertama. Akhirnya kita minta waktu untuk nyelesaikan lagunya. Kita keluar studio, didepan studio, ada taman. Akhirnya singkat cerita jadilah itu lagu. Dan Bonita tadinya mau lagunya dikasih judul 'Corrupted'. Anjir tapi gua bilang, kenapa gitu banget sih. Dia juga bilang gitu banget sihh,akhirnya lagunya dikasih judul NN (No Name). Menurut gue itu keren sihh", pungkas Anda.
Sebagai musisi, Anda memiliki pesan bagi kaum muda yang ingin terjun didunia politik. Ia berpesan agar, jangan sampai lupa diri, meski memiliki power (mapan didunia politik-red). "Gilaa...gw bingung cara ngomongnya, karena dunia politik menurut gue itu banyak manipulasinya. Bisa dibilang jujur nggak jujur, banyak nggak jujurnya karena ada kepentingan orang lain disitu.Â
Tapi kalau memang, punya idealisnya, kayak dulu banyak aktifis-aktifis jaman dulu yang perjuangannya, semangat. Setelah beberapa lama dia masuk ke politik, terus berubah. Right...karena emang udah kebiasaan budaya diatas sana, orang yang punya power, akhirnya jadinya gimana gitu dan elo kalo kelamaan udah punya power suka lupa men...", jelas Anda sambil tertawa.
Untuk tetap mengingat jati diri dan tetap rendah hati didunia politik memang susah, tapi akan menjadi lebih baik lagi kalau kita tetap menginjak bumi. "Lupa kalo loe anak tongkrongan, anak pinggir jalan, anak pinggiran got-ya itu bahasa gua aja, lupa nginjek tanah bro. Tapi paling tidak itu bisa memicu mereka, paling nggak kalau masih punya idealis yang bagus. Selama untuk bisa membangun bangsa dan negara ini, menjadi lebih baik", jelas Anda.
Seperti mengekspos histori bangsa indonesia yang asli, karena menurut Anda, kita sebagai bangsa Indonesia, tidak pernah tahu histori asli bangsa Indonesia seperti apa. "Terutama misalnya mengekspos, histori kita yang asli, kita sebagai bangsa. Ini gue ngerasa ditipu banget man, karena kita nggak pernah tahu histori bangsa kita itu aslinya kayak apa.
F*ck, gw bingung cara ngomongnya, karena dunia politik menurut gue itu banyak manipulasinya. Bisa dibilang jujur nggak jujur, banyak nggak jujurnya karena ada kepentingan orang lain disitu. Tapi kalau memang, punya idealisnya, kayak dulu banyak aktifis-aktifis jaman dulu yang perjuangannya, semangat. Setelah beberapa lama dia masuk ke politik, terus berubah".
Menurut Anda, alangkah baiknya jika sebagai kaum muda, tetap mempertahankan idealismenya, dan jangan membiarkan diri kita menjadi bodoh, karena tidak pernah tahu histori bangsa kita sendiri.