Legasi adalah warisan yang ditinggalkan generasi pendahulu untuk dialihkan pada generasi berikutnya. Bentuk legasi terbagi menjadi dua bagian.Â
Pertama berwujud harta/ aset fisik. Kedua adalah rekam jejak berupa life values, prinsip, gaya kepemimpinan, sifat ksatria dan sifat luhur lainnya.
Setiap yang bernyawa akan berpulang. Maka ketika manusia sudah berpulang hanya identitas dan legasi rekam jejak yang bisa dikenang.Â
Rekam Jejak Digital
Rekam jejak manusia modern yang bersifat personal branding mudah ditemukan dalam ranah digital. Terlebih perkembangan dunia digital menyediakan media penyimpanan seperti media sosial.
Secara sadar manusia modern membuka identitas diri untuk dilihat orang banyak. Identitas diri, kegiatan pribadi, capaian prestasi sampai aib diri bisa jelas terpampang nyata dalam rangkuman jejak digital.
Awal mulanya seseorang hanya sekedar unjuk diri melalui media sosial. Siapa nyana jika apa yang ditunjukkan di media sosial menjadi jejak digital yang akan ada selamanya.Â
Legasi Life Values
Setiap orang dengan berbagai latar belakang mempunyai dan meyakini nilai-nilai atau life values sehingga terbentuk pribadi yang unik. Oleh karena itu Kita bisa melihat ragam pribadi mulai dari pribadi rendah hati sampai yang tinggi hati.Â
Keyakinan terhadap nilai nilai pada setiap orang akan diimplementasikan pada capaian dan kontribusi dalam bentuk karya nyata.Â
Ingin  Mewariskan Apa?
Beragam cara bisa dilakukan orang untuk meninggalkan jejak diri. Apa yang ingin diwariskan dan seperti apakah seseorang ingin dikenang ?
Salah satu cara bisa melalui ragam profesi. Contohnya, seorang ilmuwan akan berkontribusi dengan membuat penelitian yang bermanfaat. Begitu juga seorang guru atau dosen akan memberikan pencerahan kepada anak didik dan mahasiswa tentang pengetahuan.Â
Tak ketinggalan seorang seniman seni pahat akan membuat karya seni pahat terbaiknya. Bahkan seorang arsitek akan merancang desain gedung terbaiknya.
Selain melalui profesi, legasi bisa juga berupa karya nyata seperti Thomas Alva Edison yang menciptakan lampu pijar. Alexander Graham Bell yang menciptakan telepon. Prof. Dr. Ir. Sedijatmo yang menciptakan konstruksi cakar ayam pondasi bangunan.Â
Tidak Ikut Arus
Era Media Sosial saat ini memberi pengaruh besar dalam membentuk life values seseorang. Seperti ungkapan dalam bahasa Jawa, "Saiki jaman edan! Nek ora edan, ora keduman." (kalau tidak ikut gila, tidak akan kebagian).
Arti dari ungkapan tersebut, saat ini banyak orang yang gampang sekali terbawa "arus", Â kalau tidak ikut "arus" rasanya tidak keren dan tidak gaul. Fenomena mudahnya orang terbawa "arus" didukung dengan gempuran informasi secara kilat melalui jaringan online.
Sebagai contoh, ada tokoh yang memesona karena keahliannya berbicara sehingga membuat orang terpengaruh dan menjadikan sang tokoh adalah panutan terbaik buat dirinya. Secara tidak sadar pengagum tokoh ini sudah meyakini life values di luar dirinya. Â
Padahal sang tokoh ini hanya terlihat pada laman media sosial saja. Orang yang mengagumi sang tokoh juga tidak tau persis kegiatan harian dan sifat asli sang tokoh. Semua gambaran persona sang tokoh hanya terlihat "secuil" atau sekilas saja melalui media sosial.Â
Sejatinya sang tokoh dengan sejuta persona tersebut hanyalah manusia biasa yang punya kelebihan juga kekurangan. Jadi jangan gunakan kaca mata kuda ketika melihat persona orang lain.Â
Cara Supaya Tidak Ikut Arus
Supaya life values yang Kita miliki tetap "ajeg" pada tempatnya tanpa terpengaruh dengan tindakan orang lain maka pikirkan segala hal sebelum bertindak.
Kita bertindak sesuai life values yang diyakini. Bukan sekedar ikut arus supaya terlihat keren atau supaya setara dengan orang lain.Â
Kita mempunyai life values dan bertindak atas nama diri Kita sendiri bukan bergantung pada nama besar orang lain.Â
Kita mengetahui tindakan dan keinginan apa yang terbaik bagi diri Kita sendiri tanpa harus kopi paste dari tindakan dan keinginan orang lain. Â
Legasi Berkelanjutan
Ketika waktu seseorang sudah habis maka yang tertinggal adalah legasinya. Supaya legasi bisa bermanfaat dan berkelanjutan maka ciptakan peninggalan yang positif dan bermanfaat.
Kita juga bisa memelihara legasi berkelanjutan dengan cara menghargai legasi orang lain berupa hasil pemikiran yang diimplementasikan dalam karya nyata.
Penutup
Berhati-hati ketika akan berucap dan bertindak terlebih jika sampai masuk dalam ranah digital. Karena segala ucapan dan tindakan Kita terekam apik dan menjadi jejak digital yang abadi.
Selamat membuat legasi berkelanjutan nan elegan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI