Lebaran hari ketiga masyarakat sudah menyerbu nasi ponggol, Â antrean memanjang tampak dari halaman rumah. Â Mereka menunggu antrian sambil ngobrol cerita tentang lebaran.Â
Pembeli diberi nomer antrian secara lisan seperti mau antri sembako. Â Riuh rendah suara pembeli ketika penjual membungkus nasi minta didahulukan, membuat bingung penjual dan ramai suasana pagi ini.Â



Jualan pasca lebaran lebih ramai dari hari biasa, Â ratusan kilogram, Â puluhan bungkus mie keriting dan tempe dihabiskan membuat dia kewalahan dalam memasak dan melayani pembeli.Â
Walau hanya nasi berlauk oblok-oblok tempe dan mie keriting, Â tetapi sangat dinikmati. Selama puasa dan lebaran kita dimanja dengan makanan-makanan yang berat, Â disaat kembali menikmati nasi Ponggol rasanya nikmat sek sekali. Nasi ponggol juga menjadi incaran para perantau yang kini kembali untuk menikmatinya selagi di kampung. (KBC54|Kompasianer Brebes Jateng|)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI