Ah, betapa indahnya bumi bersama kau Pussy cantik! cetusnya sembari mendekap kucing merem melek itu.
O unggas yang bidang dan perkasa, betapa lumer cintaku padamu! Desah Pussy seperti mengerat.
Burung semakin memperkeras pelukannya.
Oh! Marilah kita menikah, karena sudah terlalu lama kita berdiam diri tak melangkah ke depan masa! Si Pussy merintih di dekapan. Burung hantu mengangguk berderuk.
Oh! Betapa akhirnya kurindukan pernikahan ini cintaku! Baiklah kita akan mencari dua buah cincin pernikahan! Katanya.
Kucing konak tidak menjawab kerna teramat bahagia.
Lalu mereka pergi menyusur pantai dan berlayar ke seberang pula mencari cincin. Menepi melewati rawa, mereka tiba di tanah tempat pohon beringin tumbuh.Â
Di hutan ini terkenal dengan sosok yang menyediakan segala printil-printil pernikahan.
Siapakah tokoh penjual cincin itu, cintaku? Tanya Kucing cantik.
Dia seekor babi pesolek yang sohor, sayangku! Jawab Burung.
Dan saat mereka tiba di satu rumah mewah di belantara, mereka melihat seekor babi glowing dengan aksesoris intan berlian di tubuhnya. hidungnya yang besar ditindik anting berlian yang berkilau.
Hai, Piggy-Pink! Apakah kamu bersedia menjual cincinmu seharga satu M? Burung hantu mengeluarkan ikatan uangnya.
Piggy-Pink menyeringai mencium bau tumpukan duit sembari menyerahkan dua cincin emas murni.
Menyenangkan bisnis dengan kalian, pengantin muda! Katanya serak.
Sehabis menerima cincin, mereka berdua kembali berlayar menuju kediaman tanah mereka dengan hati berbunga-bunga.