Mohon tunggu...
baihaaaqii haqii
baihaaaqii haqii Mohon Tunggu... Penerjemah - mahasiswa/pelajar

menjadi anak yang berbakti kepada orang tua

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pembagian dalam Tasawuf

4 Desember 2023   23:40 Diperbarui: 5 Desember 2023   03:03 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

 Pembagian dalam TASAUWF

Tasawuf, sebangai salah satu cabang ilmu dalam agama Islam. memiliki pembangian-pembagian tertentu yang menggambarkan berbagai aspek dari kehidupan spritual dan praktiknya. Pembagian-pembagian ini membantu para pencari kebenaran ( salik) dalam memahami dan mengembangkan diri mereka secara holistik. Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapabagian penting dalam Tasawuf beserta referensinya.

1.  Pembagian Amaliyah dan Irfaniyah:
   - Amaliyah merujuk pada aspek-aspek praktis dalam Tasawuf. Ini termasuk ibadah fisik seperti shalat, puasa, dan berbagai amalan          kebajikan ritual.
   - Irfaniyah berkaitan dengan dimensi spiritual dan kesadaran dalam Tasawuf. Fokusnya adalah mengalami Tuhan dengan cara                    mengamati kehadiran-Nya dan mencapai beberapa tingkat pengetahuan yang mendalam tentang-Nya.

- Referensi:
- Zarrinkoub, A. (1983). Sufism, Sufis, and Sufi Orders: Mystical Dimensions of Islam. In Byrne, J., & Barret, D. B. (Eds.), The World's        Great Religions (pp. 404-421). New York, NY: Harper & Row.

2. Pembagian Ilmu dan Pengalaman:
   - Ilmu Tasawuf melibatkan mempelajari konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan metodologi yang ada dalam perjalanan spiritual. Ini           meliputi memahami konsep tazkiyah al-nafs (pembersihan jiwa), hubungan dengan Tuhan, dan praktek dzikir dan meditasi.
   - Pengalaman Tasawuf adalah realisasi praktis dan penerapan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup                                perkembangan kualitas spiritual, peningkatan kesadaran diri, dan perubahan perilaku positif.

-Referensi:
- Abu-Nimer, M. (2006). Nonviolence and Peacebuilding in Islam: Theory and Practice. Gainesville, FL: University Press of Florida.
- Chittick, W. C. (2008). Sufi Path of Love: The Spiritual Teachings of Rumi. Albany, NY: State University of New York Press.

3. Pembagian Tarekat dan Mazhab:
   - Tarekat merujuk pada rantai spiritual dan metode yang diikuti oleh sekelompok salik dalam perjalanan spiritual mereka. Tarekat           ini dipimpin oleh seorang guru yang dianggap memiliki pemahaman yang mendalam tentang praktik dan pengalaman spiritual.
   - Mazhab sejalan dengan filosofi atau pendekatan khusus dalam Tasawuf. Setiap mazhab memiliki fokus, perspektif, dan metode             yang sedikit berbeda dalam mencapai tujuan spiritual.

-Referensi:
- Algar, H. (2011). Sufism: An Account of the Mystics of Islam. London, UK: Routledge.
- Ernst, C. W. (2016). How to Read Islamic Philosophy. London, UK: Granta Publications.

4. Pembagian Nafs dan Maqom:
   - Nafs merujuk pada jiwa atau ego individu. Ada beberapa tahap dalam perkembangan nafs yang harus dicapai oleh salik untuk                   mencapai kesucian dan keterhubungan dengan Tuhan.
   - Maqom adalah tingkat atau keadaan spiritual yang dicapai oleh salik melalui perjalanan dan upaya yang konsisten. Maqom ini                 menunjukkan peningkatan kesadaran, keberadaan spiritual, dan kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari.

-Referensi:
- Nasr, S. H. (2006). Islamic Spirituality: Foundations. London, UK: SCM Press.
- Schimmel, A. (1975). Mystical Dimensions of Islam. Chapel Hill, NC: University of North Carolina Press.

Dalam TASAWUF,  pembagian-pembagian ini membantu salik dalam memahami dan mengelola perjalanan spiritual mereka dengan lebih terorganisir. Penting untuk merujuk kepada sumber yang sahih dan terpercaya untuk mempelajari secara mendalam tentang pembagian-pembagian ini. Dengan pemahaman yang jelas tentang pembagian-pembagian ini, para pencari kebenaran dapat memperoleh perspektif yang lebih luas tentang perjalanan spiritual mereka, dan mengaplikasikan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun