Bahasa Indonesia merupakan salah satu sarana pemersatu bangsa. Penggunaannya sangat dibutuhkan terutama untuk berkomunikasi dengan setiap orang yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dari latar belakang sosial budaya, dan bahasa ibu yang berbeda-beda. Sebagai alat pemersatu bangsa, bahasa Indonesia dapat memantapkan kehidupan.Â
Sebagai bangsa yang bersatu, tanpa membiarkan latar belakang sosial budaya dan bahasa daerah itu sendiri akan terkikis bahkan terhapus oleh semakin berjalan dan berkembangnya waktu.
Baca juga : Pengaruh Penggunaan Bahasa Slang oleh Kalangan Remaja terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia
Kehadiran bahasa-bahasa gaul Indonesia dan gaya hidup kebarat-baratan secara terus-menerus menjadi salah satu tantangan bagi kita, terutama dalam melestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal, sepatutnya kita bangga terhadap apa yang telah menjadi jati diri kita sebagai generasi muda Indonesia.Â
Dengan selalu berusaha untuk menerapkannya tanpa ada rasa gengsi dalam menjalaninya. Misalnya, dengan memperkenalkan sekaligus mempromosikan adat istiadat dan kebudayaan setiap daerah yang ada di Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah yang baik dan benar sebagai wujud kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesia terhadap bahasa Indonesia, bahasa persatuan kita.
Baca juga : Uniknya Banten, Satu Wilayah dengan 3 Bahasa Daerah
Tidak ada salahnya mempelajari, dan menggunakan bahasa asing untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Namun, jangan sampai pribahasa Bagai kacang lupa kulitnya terjadi pada diri kita. Tetap tanamkan keyakinan serta rasa nasionalisme yang kokoh dalam diri kita, dan senantiasa saling menghargai dalam keberagaman.
Menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan bangsa terhadap bahasa Indonesia merupakan salah satu tugas terpenting yang harus kita lakukan sebagai warga negara Indonesia. Khususnya para pemuda dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.Â
Maka dari itu, sebagai pelajar, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk senantiasa meningkatkan rasa cinta, kebanggaan, serta kesetiaan diri kita dan masyarakat terhadap bahasa Indonesia, yaitu rasa cinta.
Yang tidak sekadar diucapkan melalui kata-kata "Aku Cinta Bahasa Indonesia", tetapi juga cinta yang direfleksikan ke dalam tindakan dan tata laku kita sebagai warga negara Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentunya, semua berawal dari diri kita sendiri.Â
Baca juga : Pengaruh Bahasa Asing terhadap Perkembangan Zaman di Indonesia