Mohon tunggu...
Andreas Bagas
Andreas Bagas Mohon Tunggu... Jurnalis - Mahasiswa

Fisip Uajy 2018

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Cinta dan Perjuangan Mendapatkan Pacar dalam "Single" (2015)

20 Oktober 2020   10:14 Diperbarui: 20 Oktober 2020   11:34 209
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: aninditaayu.com

Temen-temen semua pasti sudah tidak asing lagi dengan film Single kan? Film yang dirilis pada tahun 2015 lalu, merupakan salah satu film karya dari seorang stand up comedy terkenal yaitu Raditya Dika yang berhasil memikat para penontonnya.

Dibalik film yang sangat bagus ini, film ini bercerita tentang seseorang yang sudah berumur tetapi belum juga mendapatkan seorang pacar. Segala hal yang menjadikan suksesnya film ini, tentu melibatkan berbagai aspek yang banyak demi semakin suksesnya film ini.

Lewat film Single ini, Raditya Dika pemeran utama sekaligus sebagai sutradara mengharapkan agar setiap adegan film ini mempunyai pesan yang dapat diambil dan dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Perjuangan Ebi (Raditya Dika) untuk mendapatkan pacar sangatlah sulit, karena Ebi mempunyai kesulitan dalam berbicara dengan perempuan. Sehingga, teman-teman kosnya berusaha untuk membantu Ebi dalam hal mencari cinta sejati.

Sudah berbagai cara teman-teman Ebi untuk membantu ia mencarikan pacar, namun tetap saja Ebi belum mendapatkannya. Penyebabnya adalah ketika Ebi ingin mendekati seorang perempuan, ia selalu tidak percaya diri ketika berbicara dengan perempuan dan membuat perempuan itu merasa tidak nyaman dengannya.

Hal ini, berbeda sekali dengan adiknya Alva (Frederik Alexander) yang memiliki wajah lebih ganteng dan lebih sukses daripada Ebi. Suatu hari Alva memberi kabar kepada ibunya dan juga Ebi bahwa ia akan menikah lebih dulu daripada Ebi. Hal tersebut membuat kakak memutuskan untuk mencari pendamping baru untuk menjaga rasa malunya disaat pernikahan adiknya tersebut.

Suatu ketika Ebi dibantu dengan teman kosannya untuk mencari perempuan di sebuah tempat. Kedua sahabatnya itu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Ebi dalam mendapatkan perempuan, tetapi Ebi selalu gagal dalam hidupnya karena ia tidak percaya diri.

Suatu hari ada anak kos baru yang tinggal satu kosan dengan Ebi dan kawan-kawannya itu. Seorang wanita dengan wajah yang cantik dan mempesona ini mampu meluluhkan hati Ebi yang beku. Ebi pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita tersebut. Wanita tersebut bernama Angel (Anissa Rawless). Ebi lalu mencoba mendekati Angel dengan mengajak ngobrol dan saling bertukar cerita dengannya.

sumber: tribunnewswiki.com
sumber: tribunnewswiki.com

Dengan kedekatan Ebi dengan Angel yang sudah semakin lengket ini, ada saja orang lain yang ingin mendekati Angel juga. Pria tersebut bernama Joe yang ditampilkan oleh Chandra Liow. 

Joe adalah teman Angel sejak kecil yang Angel sudah anggap seperti kakak dia sendiri. Disini juga Ebi merasa tersaingi dengan kedatangan Joe tersebut yang berperan sebagai abang-abangan nya Angel yang sama-sama menaruh hati dengan Angel. Lalu, mereka berdua bersaing secara sehat untuk mendapatkan Angel.

Menjelang acara pernikahan Alva adik Ebi tersebut, Ebi mengajak dua orang sahabatnya itu bersama dengan Angel untuk ikut ke Bali mengikuti acara itu. Tanpa disangka, Joe temannya Angel itupun juga ikut ke Bali untuk mengikuti acara pernikahan Alva. 

Dan tanpa disangka teman-teman deket Ebi membuatkan surat cinta untuk Angel yang langsung diselipkan di bawah pintu kamar hotelnya. Hal ini membuat Ebi ketakutan lalu menyobek kertas tersebut. Namun, Ebi malah salah menyobek kertas itu karena surat ini merupakan surat berharga untuk Angel.

Kesalahapahaman mulai terjadi, lalu timbulah perasaan sedih yang menimpa Angel karena surat berharganya itu disobek oleh Ebi. Dan ternyata sahabat Ebi itu salah memasukkan surat cinta itu ke kamar Joe. Dengan masalah seperti ini hubungan Ebi dengan Angel pun menjadi renggang dan juga hubungan Ebi dengan dua sahabatnya itu.

Pesan yang paling utama yang dapat dipetik dari film ini adalah sikap tolong menolong terhadap sahabat dan cara untuk mengahargai seorang perempuan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita, seringkali kita meremehkan kebaikan seorang sahabat kita. Pada scene film ini terlihat bahwa para sahabat Ebi dengan tulus hati membantu Ebi untuk mencarikan pacar dengan berbagai banyak cara. Bahkan mereka telah mengajarinya trik dan tips untuk mendekati seorang perempuan.

Walau bagaimanapun sahabat tetaplah sahabat, meski mereka pernah bertengkar karena sebuah kesalahpahaman pada akhirnya mereka akan tetap kembali bersama-sama lagi. Dalam film ini Ebi adalah orang yang paling sering dibantu oleh sahabat-sahabatnya. Karena dalam hidupnya Ebi belum mendapatkan pekerjaan dan juga pasangan. Sahabatnya selalu membantu Ebi terus hingga mendapatkan pekerjaan dan juga pasangan.

Dalam film ini, menampilkan realitas yang sering terjadi di kehidupan kita. Sebagai sesama manusia sebaiknya kita saling tolong menolong satu sama lain. Supaya kelak jika kita membutuhkan pertolongan, teman kita atau sahabat kita akan ikut membantu kita juga dalam menyelesaikan permasalahan kita.

Pesan yang berikutnya dalam film ini juga mengajarkan kita untuk menghargai seorang perempuan. Menghargai perempuan dalam film ini adalah jangan kita mencari pasangan hanya untuk menutupi status lajang kita, namun kita mencari pasangan itu untuk yang benar-benar cocok sama kita.

Dalam setiap adegan dalam film tersebut, ditampilkann bahwa film Single ini dapat kita klarifikasikan dalam suatu film dengan genre Romance dan Comedy.

Berkaitan dengan genre romance, dapat terlihat bahwa perjuangan seorang Ebi dalam mendekati seorang cewek namun ditolak terus. Sedangkan comedy dari film ini terlihat jelas dengan latar belakang aktornya yang merupakan para komedian yang membuat para penonton tertawa dengan pembawaan akting yang mereka tampilkan.

Film Single ini menampilkan paradigma fenomenologi yang mana lewat film tersebut, Raditya Dika selaku sutradara dan aktor utama dalam film ini mengkaji fenomena dalam setiap scene film ini. 

Pengkajian fenomena ini digambarkan dalam pengalaman Ebi menjadi manusia yang sudah berumur namun belum memiliki pekerjaan dan juga pasangan.

Dari fenomena tersebut menimbulkan makna bahwa sosok seorang Ebi memiliki karakter tidak percaya diri dalam berkomunikasi dengan cewek. Maka dari itu, Ebi ini menjadi lajang hingga umur yang sudah tua ini. Dari film Single ini diharapkan para penonton untuk tidak seperi Ebi, dan takutnya akan jomblo hingga 27 tahun.

Dalam pendistribusiannya, film Single mempromosikan film ini ke berbagai bioskop yang ada di Indonesia. Sebuah produksi dari Soraya Intercine Films ini yang membuat film Single ini menjadi perusahaan untuk mempromosikan film Single.


Seperti yang diberitakan oleh Liputan6.com mengabarkan bahwa film Single ini sukses menembus box office dengan sebanyak 1 juta penonton dalam per hari nya (1/1/2016). Hal ini membuktikan bahwa distribusi dalam film Single ini berhasil dan mendapatkan penonton yang banyak sehingga meraih keuntungan yang besar.

Film Single ini menggunakan kajian teori dari Levi-Strauss yaitu Strukturalisme. Karena strukturalisme dalam film ini merupakan sebuah teori yang membantu kita untuk mengungkap berbagai fenomena budaya yang terjadi. Dari covernya film Single ini sendiri terlihat bahwa Raditya Dika sedang memakai kacamata yang ada bayangan sosok perempuan. Hal ini memiliki makna bahwa Ebi adalah sosok yang Single dan sedang mencari pasangan.

Hal ini digambarkan melalui judul film ini sendiri yaitu Single, yang mempunyai arti sendiri atau jomblo. Jadi sudah jelas bahwa cerita yang dibawakan dalam film ini adalah perjuangan seorang Ebi dalam mendapatkan pasangannya.

Daftar Pustaka:

Aninditaayu.com

Jawapos.com 

Liputan6.com

Tribunnewswiki.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun