Mohon tunggu...
Rida Amela Azzahra
Rida Amela Azzahra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Membaca

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Menguak Makna Sila Pancasila sebagai Warisan Luhur yang Tak Lekang Dilahap Waktu

17 Desember 2024   18:45 Diperbarui: 27 Desember 2024   11:33 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Rida Amela Azzahra (241012200082)Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Pamulang
Rida Amela Azzahra (241012200082)Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Pamulang
Pancasila adalah ideologi dasar yang menjadi fondasi negara Indonesia, terdiri dari lima sila yang berperan bukan hanya sebagai acuan hukum tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika bagi seluruh warga negara. Secara historis dan budaya, Pancasila merepresentasikan nilai-nilai luhur yang diwarisi dari para pendiri bangsa. Artikel ini akan membahas makna dari masing-masing sila dalam Pancasila serta lambangnya, dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber foto: [Pinterest] melalui Pinterest. Link: https://pin.it/4DQ2qKZe3
Sumber foto: [Pinterest] melalui Pinterest. Link: https://pin.it/4DQ2qKZe3

Makna Beserta lambang di Balik Lima Sila Pancasila

1. Ketuhanan yang Maha Esa

Sila ini bersimbol bintang, melambangkan kepercayaan kepada Tuhan. Istilah "esa" sendiri berakar dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna "satu" atau "tunggal, sehingga dalam cakupan ranah sila pertama Pancasila, "esa" bermaksud pada kepercayaan kepada Tuhan yang satu, maka kemerdekaan dalam beragama di Indonesia pun terjamin yang memotivasi antusiasme toleransi persaudaraan lintas iman. Namun perlu digaris bawahi, bahwa Indonesia bukanlah negara bersistem agama, melainkan Indonesia merupakan negara yang menyandarkan agama dan keyakinan kepada Tuhan yang maha esa sebagai dorongan untuk merealisasikan impian rakyat.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradap 

Sila ini bersimbol rantai, melambangkan persatuan dan hubungan antar manusia. Semua manusia berhak diperlakukan serta diakui harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Dalam artian, tiap-tiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama (HAM), dalam konteks hukum ataupun pemerintah, serta tidak ada pembeda baik laki-laki maupun perempuan, sekalipun suku, agama, dan keturunan beragaman, tetapi semuanya sama.

3. Persatuan Indonesia

Sila ini bersimbol pohon beringin, melambangkan perlindungan dan tempat berteduh. Dalam bingkai negara bernama Indonesia, semua rakyat harus bersatu padu dengan tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dalam prinsip ini menyadarkan bahwa kegembiraan serta ketentraman hidup hanya dapat diraih melalui persatuan. Karena tanpa persatuan, Indonesia akan terpecah belah, hal itu bertentangan dengan hakikat, martabat dan kedudukan manusia sebagai makhluk Ciptaan Tuhan yang Maha Esa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila ini bersimbol Kepala banteng, melambangkan kekuatan rakyat. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan Menegaskan bahwa pilar  utama Indonesia berlandaskan pada prinsip musyawarah dan perwakilan. Semua permasalahan dan aspirasi masyarakat harus ditangani melalui proses musyawarah yang dilakukan oleh wakil rakyat dalam lembaga perwakilan. Dengan penerapan prinsip ini, dominasi oleh mayoritas dan penindasan terhadap kelompok minoritas dapat dihindari.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 

Sila ini bersimbol Padi dan kapas, melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Sila kelima Pancasila menegaskan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk mencapai kemakmuran yang merata, pemerintah harus memprioritaskan penerapan prinsip keadilan sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sila kelima juga berperan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam menerapkan keempat sila sebelumnya. Jika penerapan empat sila pertama tidak berjalan dengan baik, maka sila kelima akan sulit terwujud.

Contoh Penerapan Sila Pancasila

1. Sila Ketuhanan: Sebagai contoh, menjaga kerukunan dengan toleransi serta saling menghargai perbedaan agama sambil tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama tatkala sedang menjalankan peribadatan.

2. Sila Keadilan: Tidak mendiskriminasi seseorang berdasarkan Suku, agama, warna kulit, status sosial, maupun pendidikan. Tentunya menjaga sikap di manapun kaki berpijak, tidak memandang remeh manusia lain berdasarkan latar belakangnya, karena sejatinya setiap individu mempunyai Hak Asasi Manusia (HAM).

3. Sila Persatuan: Mengedepankan kerukunan serta kepentingan bangsa dibanding individu, dan golongan. Rasa cinta tanah air bisa dibuktikan dengan mengharumkan nama Indonesia dikancah nasional maupun Internasional lewat presentasi, jika itu sukar untuk dilakukan, maka belilah produk buatan dalam negri dan mengurangi pembelian produk dari luar negri.

4. Sila Kerakyatan: Menomorsatukan musyawarah, diskusi atau bertukar pikiran guna tercapainya mufakat dengan tidak memaksakan kehendak orang lain.

5. Sila Keadilan: Tidak memandang remeh seseorang hanya karena status sosial dan kondisi ekonominya karena sejatinya kita semua sama Dimata Tuhan yang membedakan ialah keimanan. Berbuat baik dan berlaku adil juga penuh kasih terhadap siapapun.

Kesimpulan

Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila sebagai pedoman moral, hukum, dan etika. Setiap sila memiliki makna dan simbolnya: Ketuhanan yang Maha Esa (bintang) mengajarkan toleransi, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (rantai) menekankan persamaan hak, Persatuan Indonesia (pohon beringin) mengajarkan persatuan, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (kepala banteng) menekankan musyawarah, dan Keadilan Sosial (padi dan kapas) menekankan kesejahteraan merata. Nilai-nilai ini penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan keadilan, persatuan, dan kerukunan di Indonesia.

Daftar Pustaka 

Akashi, Nur Umar. "Makna Sila-sila Pancasila dan Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari." detikJogja, 25 July 2024, www.detik.com/jogja/berita/d-7456368/makna-sila-sila-pancasila-dan-contoh-penerapan-dalam-kehidupan-sehari-hari.

Gramedia. Makna Lambang Sila 1-5. Gramedia Literasi, www.gramedia.com/literasi/makna-lambang-sila-1-5/

Mutiarasari, Kanya Anindita. "Makna 5 Lambang Pancasila dan Fungsinya." DetikNews, 29 Mei 2023, 16:38 WIB, https://news.detik.com/berita/d-6745160/makna-5-lambang-pancasila-dan-fungsinya.

Wulandari, Trisna. "28 Contoh Sikap Pancasila Sila 1 Sampai 5 dan Penjelasan, Sudah Tahu?" DetikEdu, 27 July 2021, www.detik.com/edu/detikpedia/d-5658431/28-contoh-sikap-pancasila-sila-1-sampai-5-dan-penjelasan-sudah-tahu.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun