Mohon tunggu...
Azzahra Shaviz18
Azzahra Shaviz18 Mohon Tunggu... Lainnya - Saya adalah seorang pekerja sekaligus mahasiswa

Sebagai analis kimia, tugas saya adalah melakukan pengujian dan analisis bahan kimia untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Saya bekerja menggunakan berbagai teknik laboratorium, seperti spektroskopi atau kromatografi, untuk menganalisis komposisi dan sifat material. Selain itu, saya sering terlibat dalam pengembangan metode analisis baru serta memberikan laporan hasil pengujian yang akurat dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan dalam proses produksi, penelitian, atau pengendalian mutu.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Pelatihan Pembuatan Softener untuk Meningkatkan UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

6 Desember 2024   21:13 Diperbarui: 6 Desember 2024   21:15 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kelompok 5 PKM Ananda Simanjuntak, Azzahra Shaviz, Muhammad Ardiansa, Muhammad Naufal Latif, Yuli IndriyaniTeknik Industri, Fakultas Teknik, Universit

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 012 Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dengan tujuan meningkatkan keterampilan warga dalam memproduksi softener. Program ini dirancang untuk mendukung inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menciptakan peluang usaha baru, dan memperkuat perekonomian lokal. Dengan melibatkan berbagai tahapan seperti survei, pelatihan teknis, dan diskusi interaktif, program ini berhasil memberikan pengetahuan baru kepada peserta. Hasilnya, sebagian besar peserta mampu memproduksi softener berkualitas dan termotivasi untuk menjadikannya sebagai peluang usaha.

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun keterbatasan keterampilan sering menjadi hambatan dalam pengembangannya. Desa Pasir Nangka memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, tetapi keterbatasan akses pelatihan menjadi tantangan utama. Pelatihan pembuatan softener dipilih sebagai solusi untuk memberdayakan masyarakat, terutama dalam menghadapi keterbatasan ini. Dengan pelatihan ini, masyarakat didorong untuk menjadi produsen inovatif di pasar lokal dan regional.

Metode pelaksanaan program ini meliputi beberapa tahap:
1. Tahap Persiapan:
   - Melakukan survei untuk memahami kebutuhan masyarakat.
   - Menentukan lokasi dan sasaran pelatihan.
   - Menyusun materi pelatihan mencakup teknis produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
2. Tahap Pelaksanaan:
   - Memberikan pengetahuan tentang pentingnya inovasi produk.
   - Memperkenalkan teknik pembuatan softener menggunakan bahan sederhana dengan nilai jual tinggi.
3. Tahap Penyuluhan:
   - Diskusi interaktif dan simulasi langsung untuk meningkatkan pemahaman peserta.

Pelatihan ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan kemampuan peserta dalam memproduksi softener berkualitas. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta tidak memiliki pengetahuan terkait. Setelahnya, 85% dari mereka mampu membuat produk siap jual dengan berbagai varian aroma dan kemasan menarik. Program ini juga membuka peluang kerja sama antar peserta dalam pemasaran, yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Cara Pembuatan Softener :
1. Siapkan softener concentrate 750 gram.

2. Tuangkan air panas 1L kedalam softener concentrate, dan aduk hingga merata.

3. Tambahkan pewarna sesuai keinginan, dan pewangi 50 mL.

4. Kemudian, tambahkan poliglicol 75 mL.

Pencampuran Bahan menggunakan pengaduk
Pencampuran Bahan menggunakan pengaduk

5. Tambahkan solvent 60 mL.

6. Terakhir tambahkan air dingin 9 L, lalu aduk hingga merata.

7. Jika semua tahap sudah dilakukan, maka softener pun siap dipasarkan dan disimpan.

Pengarahan oleh Pengurus Desa
Pengarahan oleh Pengurus Desa

Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada masyarakat tetapi juga memberdayakan mereka untuk memulai usaha baru. Dukungan keberlanjutan seperti pendampingan teknis dan akses modal usaha sangat disarankan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat menyediakan pendampingan dan akses modal usaha bagi peserta pelatihan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, potensi usaha berbasis pembuatan softener dapat lebih maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Proses Paktek Pembuatan Softener
Proses Paktek Pembuatan Softener
Warga Desa Pasir Nangka yang ikut berkontribusi
Warga Desa Pasir Nangka yang ikut berkontribusi

Pelatihan pembuatan softener menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan fokus pada proses sederhana dan bahan yang terjangkau, program ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk memulai usaha mandiri. Selain mendorong pertumbuhan UMKM, pelatihan ini juga membekali peserta dengan keterampilan praktis, membuka akses ke pasar, dan mempromosikan produk berkualitas yang ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan komunitas lokal sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun