"Baiklah kalau begitu," ucap bu Juliah menyadarkanku dari lamunan. "kau boleh duduk kembali Salma" ujar bu Juliah sedikit canggung.
Entah apa yang telah merasuki diriku, sehingga aku mengangguk pelan dan berjalan menuju bangku-ku dengan pikiran-pikiran yang menghantuiku.
Tanpa sadar waktu begitu cepat berlalu, sehingga bel bertanda pulang sekolah terdengar olehku. Tetapi aku masih bergeming di tempat sambil menatao kosong kearah papan tulis yang telah terdapat banyak coret-coret rumus di sana. Tetapi ada yang aneh dengan perlihatanku, aku mengusap mataku dengan berulang kali dan mengerjap-ngerjapkan mataku.
Tapi aku benar-benar tidak salah melihat, coretan rumus dan hitungan dipapan tulis itu telah berubah menjadi sebuah, aaahhhh, aku tidak tahu harus bagaiamana menyebutkan dan menjelaskan nya. Itu seperti sebuah portal yang dimana sering berada di film-film dunia sihir.
"Sudah siap? Ayo ikut saya!" ucap dia sambil memasuki portal tersebut. Dia? Iya, siswa yang mengatakan hal aneh tadi kepadaku. "woy Salma! Kamu bengong mulu dari tadi" suara itu?terdengar sangat tidak asing, Amanda? Hah, kenapa dia bisa ada disini? Lalu dimana siswa tadi? Bukan nya dia berada dengan jelas dan tegap di depanku tadi?"
"Ck, woy maa! Sadar maa sadar!!! Ujar Amanda menggoyang-goyangkan bahaku. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, "ini dimana?" tanyaku pada Amanda. "ini dikamarku, kau ini melamuni apasih?" ujar cinta dengan sangat penasaran, "aku sudah curhat panjang-panjang, kau malah melamun" ujar Amanda kesal
Ah, iya tadikan si Amanda sedang curhat kepadaku, eeeeh aku malah berkhayal jadi orang yang jahat yang tiba-tiba masuk dunia lain. Ya habis cerita dia sudah seperti sinetron saja . "Hehehehe" aku terkekeh kecil padanya, "salah kamu sih buat aku melamun" balasku akhirnya.
"Laahhh, kok salahku sih?" Tanya Amanda "ceritamu bikin aku mikir, eh ga sadar malah jadi melamun." Belaku. "itu sih salahmu! Udah tau bego masih aja mikir" Cibiran Amanda membuatku kesal. "seorang Salma si juara pertama dibilang bego," ujarku angkuh, "Lalu orang bodoh sepertimu, cocok di sebut apa? Sampah? Ucapku terlalu kesal. "iya deh iya, aku minta maaf" ujarnya mengalah, padahal dia sudah kalah.
Sepertinya hidupku tidak seperti dongeng, legenda ataupun sejarah. Kehidupanku serasa aneh, tapi aku tidak berada dalam cerita fable ya. Yang dimana hewan dapat berbicara denganku.
Ayolah, jangan bercanda, ini bukan drama indiaaa!!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI