Mohon tunggu...
Ayub Simanjuntak
Ayub Simanjuntak Mohon Tunggu... Lainnya - The Truth Will Set You Free

Capturing Moments With Words

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Yusuf: Kisah tentang Pengampunan dan Rekonsiliasi

19 Maret 2023   14:10 Diperbarui: 19 Maret 2023   14:14 1882
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : Yusuf dengan tabah dan ikhlas mengampuni dan memulihkan hubungannya dengan saudara-saudaranya yang telah berbuat jahat terhadapnya (freebi

" Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan  dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah;  Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa  bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir (Kejadian 45:4-7 TB) 

Kata-kata Yusuf bagaikan air segar yang mengguyur tubuh saudara-saudaranya yang terbakar karena perasaan menyesal, takut dan malu. Di hadapan mereka kini berdiri dengan jelas saudara mereka yang dua puluh dua tahun lalu mereka jual kepada saudagar-saudagar ke Mesir. 

Bagi banyak pembaca Alkitab kisah ini merupakan salah satu kisah yang paling jelas mengajarkan  arti memaafkan dan rekonsiliasi pada satu sisi dan sangat sulit dilakukan pada sisi lain. 

Sebagai pembaca Alkitab awam saya berjuang bertahun-tahun dalam memahami dan mencoba mengikuti jejak luar biasa Yusuf. Maksud saya, kok bisa Yusuf dengan begitu mudahnya memaafkan dan memulihkan hubungannya dengan saudara-saudaranya setelah kejahatan sadis yang mereka lakukan. Memisahkan dan menjual seorang seorang anak dari ayahnya. Human trafficking. 

Hidup Yusuf berubah secara tragis ketika berusia 17 tahun. Sebagai anak kesayangan Yakub, ia berlimpah akan kasih sayang bahkan dari semua anak-anak Yakub hanya ia seoranglah yang mendapat sebuah jubah maha indah. Tentu saja tindakan "pilih kasih" Yakub tersebut mendatangkan rasa iri hati dan benci anak-anaknya yang lain. 

Yusuf dijual dan berakhir di rumah Potifar seorang kepala pengawal Firaun. Ia menikmati sebentar kehidupan sebagai seorang pelayan kesayangan, ia mendapat kepercayaan dan pasti belajar sangat banyak ilmu manajemen dari Potifar dan pegawai-pegawainya yang lain. 

Namun ketenangan Yusuf yang telah kira-kira berlangsung sebelas tahun tiba-tiba hilang, Karena jebakan sang istri yang menginginkan cintanya. Jadilah ia tercampak dalam penjara. Tuhan senantiasa besertanya sehingga di dalam liang tutupan itu pun ia tetap menjadi seorang yang terampil dan selalu berhasil dalam mengurus pekerjaan-pekerjaan  yang dipercayakan kepala penjara. 

Beberapa tahun kemudian karena ia berhasil menafsirkan mimpi juru roti yang sama-sama ditahan,  reputasinya  pun terdengar oleh Firaun yang sedang kebingungan mengartikan arti mimpinya sendiri. Yusuf terbukti sanggup menafsirkan mimpi raja yang aneh serta dengan sekejap ia diangkat menjadi Mangkubumi Mesir, suatu jabatan nomor dua setelah Firaun sendiri.

Sekarang ia memiliki kuasa sangat besar untuk membalas dendam kepada saudara-saudaranya yang puluhan tahun lalu telah berbuat jahat kepadanya.

Ilustrasi: Yusuf menjadi penguasa Mesir (freebibleimages.org)
Ilustrasi: Yusuf menjadi penguasa Mesir (freebibleimages.org)

Namun dari catatan ayat-yat tadi kita melihat Yusuf memulai dengan suatu pengakuan yang radikal "Akulah Yusuf saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Yusuf dengan tegas berkata kalau setelah dua puluh tahun berlalu, ia tetap mengakui bahwa mereka adalah saudara-saudaranya. Ia tidak menyangkal bahkan tidak merasa malu seperti kisah terkenal Malin Kundang yang tidak sudi mengaku ibu kandungnya sendiri.

Yusuf lebih jauh lagi mengatakan kalau tindakan mereka adalah tindakan yang jahat. Ia tidak pernah melupakan kesalahan mereka. Mengampuni bukan melupakan kesalahan, tetapi untuk menjadikan itu sebuah pelajaran (Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha, 2020:72). 

Ilustrasi : Yusuf dengan tabah dan ikhlas mengampuni dan memulihkan hubungannya dengan saudara-saudaranya yang telah berbuat jahat terhadapnya (freebi
Ilustrasi : Yusuf dengan tabah dan ikhlas mengampuni dan memulihkan hubungannya dengan saudara-saudaranya yang telah berbuat jahat terhadapnya (freebi

Ketika mengampuni Yusuf rela menanggalkan atributnya sebagai seorang penguasa dan mendekati, memeluk serta mengatakan kalau ia adalah saudara-saudara mereka. Relasi kuasa dan kesombongan merupakan akar dari sulitnya memaafkan orang lain. 

Menurut KBBI, restorasi memiliki arti  pengembalian atau pemulihan kepada keadaan semula (tentang gedung bersejarah, kedudukan raja, negara); pemugaran. Restorasi merupakan salah satu unsur penting dalam memaafkan. Sebagai contoh seorang pegawai meminjam mobil kantor untuk keperluan dinas luar kota, tetapi kemudian ia dengan tidak sengaja menyerempet mobil lain akibatnya mobil tersebut mengalami kerusakan pada bagian bemper. Dalam hal ini meminta maaf kepada bosnya adalah sebuah keharusan tetapi juga mengganti kerugian yang ditimbulkan oleh tindakannya menjadi sangat penting. Meskipun bosnya telah memaafkan tetapi tindakan restorasi harus juga dilakukan. 

Yusuf dalam kisah ini mematahkan siklus power cycle dalam seluruh perjalanan hidupnya. Ketika ia dulu menjadi anak kesayangan, ia kurang peka akan perasaan saudara-saudaranya dan ketika saudara-saudaranya bergabung mereka menjualnya. Sekarang gantian Yusuf kembali memegang kuasa atas mereka. 

Ia berhasil menyadari dalam seluruh peristiwa menyakitkan hidupnya, ia sadar ada rencana Tuhan yang digenapi dalam hidupnya. Tindakan saudara-saudaranya menjual Yusuf sehingga sampai di Mesir menjadi "cara" Tuhan agar Yusuf dapat memelihara kaum keluarga Israel. 

Mengampuni juga berarti bisa mengingat namun kesakitan itu tidak lagi ada. Dengan berani menyatakan seluruh isi hatinya, Yusuf telah berhasil memaafkan dan dengan tegar menjalani kehidupan yang merdeka dari segala kepahitan, amarah dan dendam yang kalau disimpan akan meracuni hidupnya sendiri. 

 Dengan tidak pernah menyimpan dendam, Yusuf menjadi seorang yang efektif, luwes dan tidak terikat kepada masa lalunya. Seluruh kepahitan dan luka-luka dalam batinnya menjadi pembelajaran agar ia menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus pemimpin yang tegar. Ia sadar tidak memaafkan itu manusiawi sedangkan memaafkan adalah ilahi.

Ilustrasi: Awal mula migrasi orang Israel ke Mesir (freebibleimages.org)
Ilustrasi: Awal mula migrasi orang Israel ke Mesir (freebibleimages.org)

Tetapi Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya. "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (Kejadian 50:20TB)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun