Memelihara anabul, merupakan hobi yang menyenangkan bagi pencinta hewan manja ini. Tak masalah berapa biaya yang dihabiskan selama sebulan, asal bisa menyentuh bulu mereka yang halus dan lembut, semua ikhlas dilakoni.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi cat lovers di manapun berada. Â
Si Putih yang malang
Lower Urinary Tract Disease (LUITD) atau gangguan saluran kemih bagian bawah, telah menimpa salah satu kucing peliharaan kami. Si Putih (jantan), namanya.Â
Spesies anggora yang saya minta dari seorang teman ini, sudah sekitar tiga tahun kami rawat dan pelihara.Â
Semula kondisinya sangatlah memprihatinkan. Bulu bokongnya mengeras membentuk perisai sampai ke bagian ekor, dan nyaris mati kelaparan.Â
Sang empunya merasa kewalahan karena kucing mereka terus beranak-pinak. Hanya tersedia dua kandang besar serta satu kilo makanan kering kemasan untuk tiap dua hari. Anak kucing yang belum genap setahun, kalah berebut makanan dibanding kucing-kucing dewasa.
Selain si Putih, saya juga meminta kucing berbulu coklat yang kemudian kami beri nama si Kokat (betina). Kondisinya tidak jauh berbeda, kurus akibat kelaparan dan bulunya membentuk gimbalan.
Suka duka memelihara kucing, telah menjadi bagian dari hidup kami. Salah satunya pernah saya tuliskan saat si Kokat melahirkan bayi satu-satunya.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!