Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://ikhwanulhalim.com WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kotak

14 November 2024   07:07 Diperbarui: 14 November 2024   07:09 108
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar ilustrasi: dok. pri. Ikhwanul Halim

Sudah cukup bikin sakit kepala  untuk mencoba memahami hal itu, tetapi keadaan menjadi lebih buruk untukku. Aku sekarang benar-benar khawatir tentang Geiger-counter dan perangkat yang terhubung dengannya. Kalau alat itu dirancang untuk menghancurkan tabung reaksi saat atom meluruh, maka seluruh tabung reaksi akan hancur dan tidak hancur pada saat bersamaan.

Dan kalau tabung reaksi itu berisi sesuatu yang berbahaya, apa yang akan terjadi denganku?

Tunggu! Sepertinya aku mendengar sesuatu. Atau tidak? Ya Tuhan, aku sampai tersedak. Tapi ... aku tidak tersedak. Aku tersedak dan aku tidak tersedak.

Aku harus menyelesaikan soal ini. Beri aku waktu sebentar. Aku benar-benar tersedak. Aku terengah-engah. Aku... mati?

Tapi bagaimana aku bisa berpikir bahwa aku mati? Kalau aku tidak mati juga? Pada saat yang sama?

Beri aku waktu sebentar lagi. Jangan melakukan sesuatu yang gegabah. Tetap tenang. Aku bisa menyelesaikan ini sendiri. Aku bisa melakukan ini. Aku bisa. Aku yakin aku bisa.

Aku mendengar gemerisik di dekat tutup kotak. Tunggu! Tolong tunggu. Aku benar-benar bisa menyelesaikan ini. Aku benar-benar bisa. Tolong. Jangan buka kotaknya. Jangan buka kotaknya.

Tolong.

Jangan. Buka. Ko---

Cikarang, 14 November 2024

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun