Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://ikhwanulhalim.com WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ketawa

13 Juni 2023   08:39 Diperbarui: 13 Juni 2023   08:52 177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto ilustrasi: dok. pri. Ikhwanul Halim

Virus. Bar ditutup.

Malam aku minum sendiri. Mengatur barisan gelas di kamar tidur. Menyiapkan playlist.

Debussy dan Tchaikovsky berbaur dalam bayangan. Moonlight arpeggio Beethoven meratap dan instrumen tiup pecah syahdu.

Tapi tidak ada tawa, kasar dan canggung atau ringan mendayu-dayu. Tidak ada tubuh dalam topi pet dan tank top merah. Tidak ada tampang kekanak-kanakan yang tertawa di atas kolam dan rayuan gombal salah sasaran. Tidak ada Miley Cyrus  di jukebox.

Hanya sebuah ruangan persegi panjang. Tempat tidur. Laptop. Tembok broken white.

Senja semakin dalam, bayangan kuntum mawar meninggi.

Aku tertawa.

Tertawa terbahak-bahak.

Ada yang hilang.

Ketawa terbahak-bahak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun