Orang tua yang terlibat dapat membantu anak-anak mereka mengatasi tekanan dengan memberikan dukungan emosional dan, jika perlu, mengarahkan mereka untuk mendapatkan bantuan profesional.Â
Pengawasan yang tepat dapat mencegah masalah kecil berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memungkinkan anak untuk menyelesaikan studi mereka dengan kondisi mental yang sehat.
3. Mengajarkan Pengelolaan Waktu dan Keuangan
Salah satu keterampilan penting yang harus dipelajari oleh mahasiswa adalah pengelolaan waktu dan keuangan. Kebebasan yang mereka rasakan saat memasuki dunia perkuliahan sering kali disertai dengan tanggung jawab baru, seperti mengatur jadwal belajar, pekerjaan paruh waktu, dan keuangan pribadi. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki keterampilan ini sejak awal.Â
Orang tua yang memberikan pengawasan dan bimbingan dalam hal pengelolaan waktu dan keuangan dapat membantu anak-anak mereka menghindari kesalahan umum, seperti terlambat dalam menyelesaikan tugas, kehilangan beasiswa karena nilai yang menurun, atau terlilit hutang karena pengeluaran yang tidak terkendali.Â
Bimbingan orang tua dalam hal ini tidak hanya membantu anak dalam jangka pendek tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kehidupan dewasa yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
4. Mencegah Pengaruh Negatif dari Lingkungan
Lingkungan kampus tidak selalu memberikan pengaruh positif. Mahasiswa dapat dengan mudah terpengaruh oleh teman-teman yang memiliki kebiasaan buruk, seperti penggunaan narkoba, alkohol, atau pergaulan bebas. Pengawasan orang tua yang konsisten dapat membantu anak-anak mengenali dan menghindari pengaruh negatif ini.Â
Orang tua yang memiliki komunikasi terbuka dengan anak-anak mereka dapat memberikan nasihat yang bijaksana dan membantu mereka membuat keputusan yang sehat. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih waspada terhadap lingkungan sekitar mereka dan lebih berhati-hati dalam memilih teman dan kegiatan yang mereka ikuti.
5. Membina Hubungan Keluarga yang Erat
Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua bukan hanya tentang mengontrol atau mengatur setiap aspek kehidupan anak mereka, tetapi juga tentang membina hubungan keluarga yang erat dan penuh kepercayaan. Ketika orang tua terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka yang sedang kuliah, hal ini menunjukkan bahwa mereka peduli dan siap memberikan dukungan kapan saja diperlukan.Â