Mohon tunggu...
Aulia Gurdi
Aulia Gurdi Mohon Tunggu... ibu rumah tangga -

spread wisdom through writing...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Raeni, Bermimpi Terus Berprestasi dan Dekat dengan Alquran Melalui ODOJ

21 Juni 2014   19:03 Diperbarui: 20 Juni 2015   02:54 38
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa minggu terakhir linimasa jagat maya ramai dan haru biru dengan munculnya Raeni, seorang mahasiswi berprestasi yang menjadi lulusan terbaik dengan IPK tertinggi 3,96 di Universitas Negeri Semarang. Sosoknya berhasil mencuri perhatian bukan semata karena prestasinya yang membanggakan tapi juga karena perjuangan ayahnya yang sangat sederhana yang mengantarnya sampai pada pencapaian ini. Mugiyono, adalah sosok ayah yang luar biasa yang dengan ikhtiar dan doanya berhasil mengantar Raeni berprestasi gemilang sampai seperti sekarang ini.

Saya bersama tim publikasi media ODOJ, kemarin berkesempatan mewawancarai Raeni dan ayahnya di sebuah hotel di bilangan selatan Jakarta. Mengejar sosoknya kini menjadi hal yang tak mudah karena seabreg kegiatan syuting sudah menunggunya selama di Jakarta dengan beberapa media dan stasiun TV yang ingin meliput profilnya. Pagi-pagi sekali saya dan crew Publikasi Media ODOJ menemui keduanya di sela waktu sebelum mereka kembali meninggalkan Jakarta.

[caption id="attachment_344043" align="aligncenter" width="512" caption="sesi wawancara untuk dokumentasi video ODOJ News (dok.pri)"][/caption]

Raeni adalah anak kedua dari dua bersaudara putri bapak Mugiyono. Karena bungsu, Raeni mengaku ia agak manja pada kakak juga ayah dan ibunya. Sikap manjanya juga sudah saya rasakan dari caranya berbincang dengannya. Namun kemanjaannya tidak mengurangi kemandiriannya, terlebih sehari-harinya ia jauh dari orang tuanya yang bertempat tinggal di Kendal, karena ia harus menetap di Semarang, menyewa rumah kost di sekitar kampus Universitas Negeri Semarang.

Sisi lain yang menginspirasi dari Raeni adalah bagaimana semangatnya untuk bisa terus dekat dengan Alquran. Kitab suci yang menjadi panduan hidup seorang muslim. Adalah ODOJ yang belakangan mendekatkan ikhtiarnya.  Raeni mengenal ODOJ saat Grand Launching komunitas ini di Istiqlal bulan Mei lalu. Sejak itulah ia bergabung dengan ODOJ dan mencoba berdisiplin membaca Alquran 1 hari 1 juz.

Sebelum bergabung Raeni mengakui agak berat untuk konsisten berODOJ. Kesibukannya merampungkan skripsi membuat ia bisa khatam Alquran hanya setiap 1 semester (6 bulan) sekali. Namun setelah bergabung di komunitas ODOJ, Raeni termotivasi untuk terus disiplin berinteraksi dengan Alquran.

Satu mimpi Raeni yang terus ingin ia wujudkan adalah istiqomah dalam berprestasi, dekat dengan Alqur'an dan semakin baik dalam sikap dan prilaku yang Islami. Alquran sungguh menginspirasinya.

ODOJ juga membawanya mengenal banyak teman-teman sholehah dari satu grup. Kebetulan grup 2848 yang menjadi grup ODOJnya, banyak berkumpul bunda-bunda tempatnya curhat dan berkeluh kesah. Teman-temannya inilah yang terus mensupportnya.

Akan halnya sang ayah, jelas tersirat rasa haru dan bangga pada Raeni anak bungsunya ini. Berkaca-kaca ia mengungkapkan betapa tuma'ninah anaknya menjalani setiap nasehatnya. Karena memang sudah sejak SD sampai SMK Raeni berprestasi dan selalu mendapat ranking. Raeni tumbuh menjadi anak manis yang penurut pada orang tua. Bila sedang di rumah, sehari-hari ia membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah, tilawah, belajar, dan sore hari ia membantu mengajar di Taman Pendidikan Quran Alhamidiyah di depan rumahnya. Dan malamnya mengajar ngaji anak-anak di mushola sekitar rumahnya.

Tak sia-sia perjuangan sang ayah. Selain mbecak, untuk menambah pendapatannya, ayah bersahaja ini juga menyambi pekerjaan menjadi penjaga malam di SMK Negeri 1 Kendal, tempat Raeni bersekolah. Subhanallah. Sederhana saja harapannya, ia hanya ingin anaknya tetap menjadi anak sholehah yang selalu ingat Allah dan berguna bagi orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.

Tak kurang pula rasa hormat Raeni pada kedua orang tuanya. Sebagai seorang anak ia juga merasa sangat beruntung  memiliki orang tua yang sangat mendukungnya baik dalam doa juga dalam materi. Pesan ayahnya selalu diingatnya. Ia berusaha untuk tidak mengecewakan harapan orang tuanya dengan terus belajar lebih giat, terutama setelah ia mendapat beasiswa dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melanjutkan S2 nya ke Inggris. Bila tak ada aral melintang, paling lambat Raeni akan berangkat di tahun depan, namun bila semua proses selesai dengan cepat, ada kemungkinan tahun ini ia sudah akan terbang ke negeri impiannya untuk meraih cita-citanya.

[caption id="attachment_344045" align="aligncenter" width="360" caption="saya bersama dua sosok teladan yang inspiratif (dok.pri)"]

1403326249420278930
1403326249420278930
[/caption]

[caption id="attachment_344042" align="aligncenter" width="640" caption="Crew Publikasi Media ODOJ, Asep Maulana Yusup dan Ahmad Nashiruddin, bersama Raeni dan ayahnya (dok.pri) "]

140332601116765548
140332601116765548
[/caption]

Raeni adalah oase bagi keringnya sosok inspiratif yang layak diteladani. Mungkin ia hanyalah satu cermin bagi kita. Boleh jadi di luar sana masih banyak sosok teladan yang berbuat walau dalam sepi tanpa hingar bingar publikasi. Satu yang pasti, tak ada tepi bagi sebuah kesabaran dan kegigihan. Bahwa keterbatasan itu hanyalah cara pandang manusia. Selalu ada harga untuk setiap ikhtiar dan doa yang kita deraskan pada Allah Sang Maha Pemilik Hidup. Dan itu jelas tak terukur dari kacamata manusia.

.

Wallau'alam bisshawab...

.

Keep fight to reach a dream ^^

.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun