Mohon tunggu...
Atik Zuli Rahmawati
Atik Zuli Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru SMK N 1 Pedan Klaten

Memasak dan membaca buku

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Penyusunan Best Practice PPG Dalam Jabatan Kategori II Tahun 2022

8 Desember 2022   09:02 Diperbarui: 8 Desember 2022   09:09 166
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

N a m a                 : Atik Zuli Rahmawati

Institusi                : SMK N 1 Pedan Klaten

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices


Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman untuk Mengatasi Problematika  Siswa dalam Pembelajaran dan Tindak Lanjut

Berikut ini adalah link dokumen hasil penyusunan best practice saya :

https://drive.google.com/file/d/1R_JmEg1qYLyyCrzQKNrQq81HRn8y-sTs/view?usp=drivesdk

Bagaimana dan Apa Best Practice (yang biasa disebut praktek baik)?

Yaitu istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan pengalaman yang sangat penting dan terbaik tentang keberhasilan setiap individu dalam melaksanakan tugas sesuai dengan keahliannya/profesinya. Sebagai pendidik tentu mempunyai berbagai macam pengalaman dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam menjalankan profesinya. Sehingga pengalaman perlu diapresiasikan dalam bentuk tulisan yang bisa membuat terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Best Practice didasarkan pada penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi dalam kegiatan pembelajaran yang berguna bagi peserta didik dan penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik sebagaimana guru secara maksimal memberi pelayanan terbaik bagi setiap individu.

Pengalaman guru dapat dianggap sebagai best practice harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Mampu memberikan sebuah perubahan atau perbedaan yang sangat nyata best of the best.

2.  Mampu mengembangkan suatu metode baru,  kreatif dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah pendidikan, khususnya pembelajaran.

3. Mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan sehimgga terbentuk karakter.

4. Mampu menjadi model dan membuka inspirasi dalam membuat kebijakan.

5. Metode yang digunakan bersifat praktis, ekonomis, efisien dan fleksibel.


Semoga tulisan ini akan memberi banyak manfaat untuk pembaca demi kemajuan pendidikan, Aamiin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun