Adapun sekolah yang menjadi pelaksanaan program mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 5, yakni SD Negeri Kunti yang terletak di Jl. Jendral Sudirman, Desa Kunti, Kec. Bungkal, Kab. Ponorogo, Prov. Jawa Timur. Pada kegiatan ini mahasiswan melaksanakan pembelajaran literasi dan numerasi, pengelolaan perpustakaan dan pojok baca, gerakan literasi dan numerasi sekolah, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah.
ANALISIS HASIL
SD Negeri Kunti merupakan salah satu sekolah dasar yang menjadi sasaran dilaksanakannya Program Kampus Mengajar Angkatan 5 yang terletak di Jl. Jendral Sudirman, Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Sebelum merencanakan progam yang akan dijalankan, mahasiswa menganalisis situasi dengan melakukan observasi. Observasi merupakan langkah awal untuk beradaptasi dan mengetahui bagaimana situasi yang ada di SD Negeri Kunti baik dari segi sarana dan prasarana dalam menunjang proses pembelajaran.Â
Mahasiswa melakukan observasi di SD Negeri Kunti pada hari Sabtu, 11 Februari 2023. Mahasiswa melakukan observasi dengan memantau keadaan lingkungan, siswa dan guru di sekolah. Metode observasi terdiri dari wawancara dengan kepala sekolah, guru dan observasi langsung. Mahasiswa mencatat hasil yang diperoleh dan juga mendokumentasikan informasi sekolah yang sekiranya perlu. Selain pengamatan diatas mahasiswa juga mengamati proses pembelajaran di sekolah.
Berdasarkan analisis situasi dan kebutuhan yang di lakukan. SD Negeri Kunti merupakan salah satu sekolah yang masih berakreditasi B. Sekolah tersebut memiliki jumlah siswa 54, terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Pada tahun ajaran 2022/2023, SD Negeri Kunti menerapkan dua kurikulum yaitu kurikulum 2013 untuk kelas 2, 3, 5, dan 6 sedangkan kurikulum merdeka untuk kelas 1 dan 4. Sekolah tersebut memiliki 8 pendidik yaitu kepala sekolah, Â lima guru kelas, satu guru Penjaskes, dan guru PAI.
Sekolah tersebut juga terdapat ruang mushola dan perpustakaan, namun perpustakaan lama tidak beroperasi sejak munculnya pandemi Covid-19. Padahal perpustakaan tersebut memiliki ruang yang cukup luas dan berisikan buku bacaan yang cukup banyak. Selain itu dari aspek administrasi di perpustakaan masih sangat kurang seperti, belum ada buku untuk daftar pengunjung, terdapat buku yang kurang layak baca, dan banyak buku yang belum dilabeli.
Pada saat memantau proses pembelajaran mahasiswa mendapati beberapa siswa yang terlihat bermain diluar, dan ternyata hal tersebut dikarenakan ada salah satu wali kelas yang sudah pensiun, oleh karena hal tersebut saat ini sekolah masih kekurangan tenaga pendidik untuk mengajar. SD Negeri Kunti memiliki kegiatan non akademik seperti kegiatan ekstrakurikuler BTQ dan Pramuka. Namun, sejak munculnya pandemi Covid-19 kegiatan ekstrakurikuler yang masih berjalan hanyalah BTQ. Sedangkan pada adaptasi teknologi sekolah tersebut masih kurang sarana dan prasarana yang memadai yang mengakibatkan terkendalanya proses adaptasi teknologi di sekolah.
METODE PELAKSANAAN
 Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitan yang memberikan gambaran ciri-ciri data secara cermat dan akurat yang sesuai dengan sifat dan keadaan aslinya. Subjek penelitian ini adalah SDN Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sedangkan objek penelitian ini adalah implementasi program Kampus Mengajar di SDN Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Waktu Pelaksanaan
      Kegiatan program Kampus Mengajar dilaksanakan pada tanggal 20 Februari sampai dengan 16 Juni 2023. Lokasi kegiatan program Kampus Mengajar Angkatan 5 ini dilaksanakan di SD Negeri Kunti yang terletak di Jl. Jendral Sudirman, Desa Kunti, Kec. Bungkal, Kab. Ponorogo, Prov. Jawa Timur.