Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Karyawan -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

rindu tak berujung rasa

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Inggris Melegalisir Daun Ganja untuk Pengobatan

13 Oktober 2018   04:56 Diperbarui: 13 Oktober 2018   06:41 413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pemerintah Inggris melalui melalui Sajid Javid sebagai Menteri Dalam Negeri mengeluarkan pengumuman tentang diizinkannya penggunaan ganja.

Lho, ganja kok diizinkan?

Anda jangan salah mengerti, ganja tersebut ganja yang digunakan hanya untuk pengobatan.

Diperbolehkannya daun ganja dikonsumsi sebagai obat di Inggris berawal dari desakan sebagian masyarakat terkait kasus seorang anak penderita epilepsi.

Billy Caldwell, remaja berusia 13 tahun mengalami kejang-kejang dan nyaris merenggut nyawanya setelah daun ganja yang biasa ia konsumsi dilarang dan bahkan disita oleh otoritas setempat.

Ganja ternyata bermanfaat juga untuk pengobatan terutama untuk mengobati penyakit epilepsi seperti yang diderita Billy Caldwell.

Itulah latar belakang mengapa pemerintah Inggris memperbolehkan daun ganja guna dikonsumsi sebagai obat, terhitung mulai tanggal 1 November 2018.

Selain epilepsi, penyakit-penyakit lain yang mempergunakan daun ganja untuk pengobatan adalah pusing-pusing dan nyeri akibat kemoterapi.

Skotlandia dan Wales sudah menyetujui keputusan Inggris itu, kecuali Irlandia. Departemen Dalam Negeri Inggris masih berbincang dengan Departemen Kesehatan Irlandia mengenai perubahan perijinan daun ganja itu.

Dengan demikian, Inggris resmi bergabung dengan pemerintah Jerman yang juga memperbolehkan daun ganja untuk pengobatan.

Dalam keterangannya yang dimuat di Guardian, Sajid menjelaskan bahwa pembolehan itu didasarkan pentingnya tindak cepat menangani pasien dalam keadaan kritis. "Daun ini bisa didapatkan dengan resep biasa di apotek,", katanya, Jum'at (12/10/2018).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun