Mohon tunggu...
Ashliha dzulviaashari
Ashliha dzulviaashari Mohon Tunggu... Guru - ashliha dzulvia

be better than ever

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Peran Pendidikan Islam di Era Millennial

9 Juli 2020   05:09 Diperbarui: 4 Juni 2021   05:14 1000
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Peran Pendidikan Islam di Era Millennial (pic2.me)

"Sejumlah potensi dimiliki pendidikan islam dalam menghadapi tantangan di era millennial"

Dewasa ini manusia hidup di era millenial, era yang merupakan kelanjutan dari era globali ini telah menimbulkan tantangan-tantangan baru yang harus diubah menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,sehingga tantangan tersebut membawa berkah bagi setiap orang yang melakukannya.

Karena era millenial selain memiliki persamaan juga memiliki perbedaan terutama dalam penggunaan digital teknologi yang melampaui era komputer, maka keadaan ini telah mengundang sejumlah pakar untuk angkat bicara dan sekaligus menawarkan sejumlah pemikiran dan gagasan dalam menghadapinya. 

Pendidikan islam dengan jenis dan jenjangnya mulai dari pesantren tradisional yang bersifat non formal hingga pesantren modern dengan berbagai programnya , dari mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi secara institusional merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. 

Baca juga : Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia

Dengan posisinya yang demikian itu pendidikan islam mau tidak mau harus ikut berkontribusi, bahkan bertanggung jawab menyiapkan manusia yang mampu merubah tantangan menjadi peluang, serta dapat memanfaatkannya guna kesejahteraan hidupnya secara material dan spiritual.  

Kosa kata Millenial berasal dari bahasa inggris Millennium atau millennia yang berarti masa seribu tahun ( Echols, 1980 : 380 ) millennia selanjutnya menjadi sebutan untuk sebuah masa yang terjadi setelah era global atau era modern karena itu era millennial dapat pula disebut erapost-modern era ini oleh sebagian pakar diartikan sebagai era Bcak to spiritual and moral atau back to religion. 

Yaitu masa kembali kepada ajaran spiritual, moral dan agama, kehidupan yang  demikian memang telah menghantarkan manusia kepada tahap membuat sesuatu yang mengagumkan seperti digital teknologi, cloning, dan  sebagainya namun karena tidak diserati landasan spiritual, moral dan agama, semua temuan yang mengagumkan itu telah digunakan manusia untuk mendukung selera hawa nafsunya. 

Jika pembagian tahap kehidupan manusia berdasarkan periodesasi tersebut dihadapkan pada pendidikan islam yang berdasarkan Al-quran dan As-sunnah , maka selain sebagian mengakui adanya tahapan zaman tersebut dan islam juga memiliki pandangan tersendiri tentang zaman.berikut ini beberapa potensi pendidikan islam dalam menghadapi era millennial : 

Potensi pendidikan islam menghadapi era mellannial , terdapat sejumlah potensi yang dimiliki pendidikan islam dalam menghadapi tantangan di era millennial yang ciri-ciri serta hubungannya dengan era sebelumnya , potensi yang dimiliki pendidikan islam dalam menghadapi era millennial tersebut antara lain terkait dengan 

1). sifat karakter pendidikan islam yang holistik, komprehensif, dan progresif , responsive dan perbaikan karakter yang cukup besar, intregalisme pendidikan islam dalam penyiapan generasi unggul contohnya keteladanan yang diberikan Rasullah SAW dalam menjalani kehidupan dalam berbagai situasi dan kondisi, pengalaman pendidikan islam dalam menyiapkan lulusan yang berjiwa enterpreneur dan perhatian pendidikan islam pada manajemen modern, berbagai potensi ajaran islam

2). sifat dan karakter pendidikan islam Pada dasarnya sifat dan karakter pendidikan islam adalah sama dengan sifat dan karakteristik ajaran islam, yaitu ajaran yang didasarkan pada teologi humanism teo- prophetik.

Baca juga : Pentingnya Mengajarkan Pendidikan Islam Dimulai dari Usia Dini

Dengan teologi ini maka ajaran islam selain mendasarkan ajarannya pada ajaran Tuhan yang terdapat di dalam Al-quran, dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang terdapat di dalam Hadisnya ( ucapan , perbuata, ketetapan) juga berdasrkan pendapat akal pikiran yang sehat yang tidak bertentangan dengan ajaran Al-quran dan Al-hadist. 

Sifat karakteristik pendidikan islam berikutnya terkait dengan pandangannya terhadap waktu, era atau zaman, islam mengakui adanya waktu yang berbeda-beda, kondisi dan situasi yang ada didalamnya serta pengaruhnya bagi kehidupan manusia. 

Tanggung jawab pendidikan islam dalam memberikan  bimbingan pada manusia dalam menghadapi era millennial juga dapat dilihat dari perhatian pendidikan islam terhadap pendidikan atau perbaikan karakter. Mohammad athiyah al-abrasyi misalnya mengtakan:

Pendidikan budi pekerti adalah jiwa dari pendidikan islam, dan islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan budi pekerti dan ahlak adalah jiwa pendidikan islam. Mencapai suatu ahlak yang sempurna adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan.

3). Karakter integralitik yang terdapat dalam pendidikan islam dapat pula dijadikan alternatif dalam menyiapkan manusia yang siap menghadapi era millennial, sebagaimana telah dikemukakan diatas , bahwa era millennial antara lain ditandai oleh adanya generasi yang memiliki ciri aktif berkolaborasi , dan terbiasa berfikir out of the box.

Generasi millennial tidak mau lagi dikurung oleh suatu pandangan tertentu, melainkan ia akan terus menjelajah, membuka diri, berintegrasi dengan semua aliran, pemikiran, pandangan, gagasan dan sebgainya dalam rangka memperoleh jawaban atas problema kehidupan yang kompleks.

Baca juga : Pendekatan dan Metode Pembinaan Filsafat Pendidikan Islam di Indonesia

4). Pendidikan islam dalam menyiapkan Generasi Unggul dan keteladanan Rasullah saw.

Generasi millennial sebagimana dikemukakan adalah generasi yang harus mampu bersaing dan dalam persaingan tersebut ia harus keluar sebagai pemenang. 

Untuk itu generasi millennial adalah generasi yang unggul baik dari aspek hard skil maupun soft skill ( moral, mental, intelektual, emosional, dan spiritual). 

Pendidikan islam dengan rujukan utamanya Al-quran dan Al-sunnah sesungguhnya memiliki komitmen pada keunggulan, islam mengajarkan agar manusia memiliki sifat-siaft Allah dan Rasulnya yakni berahlak dengan ahlak rasul sesuai dengan kadar kesanggupan manusia

Semoga bermanfaat .

Terimakasih 🙏

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun