Prof Qurais Shihab melanjutkan bahwa di akhirat kelak, orang yang lebih mengutamakan dunia dan memperlakukannya dengan jalan yang tidak dibenarkan akan mendapatkan azab yang kejam.Â
Sedangkan orang yang lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunianya akan mendapatkan ampunan dari Allah. Kehidupan dunia merupakan suatu kesenangan yang sebenarnya hanyalah tipuan yang tidak ada hakikatnya bagi orang yang menjadikannya sebagai tujuan utama dan bukan sekadar sarana untuk memperoleh keuntungan akhirat.
Firman Allah swt ini mengingatkan kita agar menghindari hubbud dunya atau mencintai dunia (yang berlebihan) karena dunia adalah kesenangan yang menipu.maka waspadalah!
Momen Ramadhan ini kiranya kita jadikan titik tolak untuk memperbaharui orientasi kita terhadap dunia. Jangan sampai kita terjebak pada tipu daya dunia atau bahkan larut lena dalam senda gurau permainannya. Saatnya kita isi hari-hari ramadhan ini dengan aktivitas yang menghadirkan ridha dan cinta Allah swt. Kita maksimalkan ramadhan kali ini untuk menyiapkan bekal terbaik untuk kembali pulang ke kampung halaman terindah kelak.Â
Mari tingkatkan kualitas puasa ramadhan kita dengan meninggalkan aktivitas-aktivitas yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat untuk akhirat kita. Hubungannya dengan puasa ramadhan, Rasulullah saw mengingatkan jangan sampai kita hanya mendapat rasa lapar dan dahaga saja.Â
Salah satu cara untuk menghindari itu, diantaranya adalah dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. "Tanda kesempurnaan Islam seseorang adalah dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat" Kata Rasulullah saw.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H