Sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui bahwa Islam datang ke Indonesia melalui orang-orang gujarat (India), Hadramaut (Yaman), dan Persia (Iran). kenyataannya, selain dari tiga negara tersebut, islam datang pula dari negara Cina.
Pada masa Nabi Muhammad, hubungan dagang negara Cina dan Arab telah terjalin demikian erat, bahkan Muhammad Saw juga menjadi perantara dalam perdagangan mereka. Orang orang Cina itu kemudian mempelajari islam dan menyebarkan islam ke negara mereka terutama di Provinsi Guang Dong (Guang Zhou) dan Fujian.
Pada abad ke 15 orang-orang Cina dari Guang Dong dan Fujian datang ke Indonesia, mereka melakukan perdagang, pertanian, dan pertukangan. Orang-orang China (Tionghoa) muslim menyebarkan ajaran agama Islam, beberapa daerah tujuan mereka adalah Sambas, Lasem, Palembang, Banten, Jepara, Tuban, Gresik, dan Surabaya.
Pada tahun 1405-1433, rombongan Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam beberapa kali singgah di Indonesia, terutama Sumatera dan Jawa, mereka menyebarkan agama Islam di bumi pertiwi.
Sejarah penyebaran Islam di indonesia melalui orang-orang Cina diakui oleh mantan Presiden BJ Habibie, dalam penjelasannya, habibi menyatakan bahwa islam pertamakali datang melalui laksamana Cheng Ho yang dikenal sebagai petualang laut yang mempunyai misi damai diseluruh dunia,
"Ini yang sering saya katakan ketika saya bertemu siapa pun, termasuk tokoh dunia. Ketika saya datang ke negara Cina, saya diberitahu bahwa umat Islam yang saya temui ini-lah orang-orang yang memperkenalkan Islam ke negara saya, Saya bilang ke pimpinan Beijing, saya bilang ke pimpinan Jerman, agama Islam datang ke Indonesia dengan damai bukan peperangan,"
(Bj Habibi)
Bahkan mantan presiden Gusdur mengaku bahwa ia sebenarnya adalah keturunan Putri Campa yang lahir di Tiongkok, kemudian menjadi selir Raja Majapahit Brawijaya V, dari pernikahan tersebut lahirlah dua anak bernama Tan Eng Hian (Laki-laki) dan Tan A Lok (Perempuan), Tan Eng Hian  kemudian mendirikan kerajaan Demak yang kemudian lebih dikenal sebagai Raden Fatah (kakek buyut Gusdur).
Sedangkan Tan A Lok, menikah dengan seorang ulama muslim keturunan Tionghoa bernama Tan Kim Han, salah satu tokoh yang menggulingkan Kerajaan Majapahit dan ikut mengantarkan pendirian Kerajaan Islam Demak. Tan Kim Han juga dikenal sebagai tokoh Muslim Tionghoa pada abad ke-15 dan 16 yang diutus oleh iparnya Jin Bun (dalam kitab Pararaton) atau Tan Eng Hian (versi Gus Dur) atau Raden Patah, yakni Raja Demak pertama bersama Maulana Ishak (Sunan Giri) dan Sunan Ngudung (ayah Sunan Kudus) untuk mengadakan revolusi politik pada Majapahit.
Jadi jelas bahwa China, Laksamana Cheng Ho dan Walisongo mempunyai andil besar dalam penyebaran agama islam di indonesia, bila ada orang yang menuduh bahwa Cina adalah kaum minoritas di Indonesia itu salah besar, sebab orang-orang keturunan Cina sudah berbaur demikian erat dengan orang-orang pribumi sehingga wajah mereka sudah tidak lagi terlihat Cina-nya, bila ada yang rasis terhadap orang-orang Cina di Indonesia, kemungkinan besar ia kurang piknik, tidak tau sejarah atau tidak mengerti bahwa sesungguhnya islam yang dia anut bisa jadi berasal dari negara Cina. (*)
Sumber :
Republika      ubaya     merdeka
Baca juga : Â jokowi ahok dan prabowo adalah orang yang baik hati
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H