Mohon tunggu...
Asef DN
Asef DN Mohon Tunggu... Editor - Staff Bidang Humas Universitas Muhammadiyah Surakarta

UMS Unggul Mencerahkan Semesta

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Rektor UMS: Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo Full Luring!

13 Agustus 2022   10:27 Diperbarui: 13 Agustus 2022   10:32 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

PABELAN-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Rapat Akbar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48.

Acara ini mengundang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta Gibran beserta seluruh panitia penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke- 48.

Prof. Dr. Sofyan Anif selaku Ketua Panitia Penerima menyatakan, melalui hasil Tanwir Muhammadiyah pada Tahun 2022 menetapkan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke- 48 akan dilaksanakan seluruhnya secara Luring.

Sofyan juga menyampaikan  jumlah penggembira yang diprediksi berjumlah lebih dari 1 juta, maka harapan besar dapat memberikan dampak ekonomi yang baik terhadap masyarakat Solo dan sekitarnya.

"Kehadiran masyarakat Muhammadiyah  memberikan dampak ekonomi di dearah sekitar, " ujar Sofyan Anif yang sekaligus Rektor UMS, Jumat (12/8).

Drs. Marpuji Ali selaku Ketua Panitia Pusat menyampaikan, Muktamar ini yang punya gawe tidak hanya panitia tapi juga masyarakat Jawa Tengah

"Muktamar ini harus kita manfaatkan, bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah serta masyarakat Jawa Tengah dapat menjadi penerima tamu Muktamar terbaik," ujar Marpuji.

Marpuji juga berpesan kepada panitia Muktamar bahwasannya tugas menjadi panitia Muktamar merupakan tugas mulia.
"Kuncinya adalah menikmati, " ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, berharap Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat mempersembahkan pengabdian terbaik untuk Masyarakat, bangsa dan negara.

Serta Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai organisasi terbesar di Indonesia tentunya memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikan masalah bangsa yang semakin kompleks. (Atta/Humas)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun