Saat melamar pekerjaan atau internship (magang), biasanya kita diwajibkan untuk melampirkan portofolio. Namun tidak sedikit dari kita yang belum memahami apa itu portofolio? Apa saja yang perlu dilampirkan dan bagaimana cara menyusunnya?
Pengertian Portofolio Karya
Portofolio adalah laporan lengkap dari hasil karya yang pernah kita hasilkan secara menyeluruh. Portofolio bisa kita gunakan untuk mengarsipkan dan mempublikasikan karya kita. Hal ini berguna untuk sekedar mengorganisir hasil karya atau juga bisa untuk melamar pekerjaan dan menawarkan jasa ke client.
Tahap Menyusun Portofolio
Portofolio karya bisa berupa apa saja, tidak harus paid project yang pernah kita kerjakan. Karya yang dihasilkan dari tugas sekolah/kampus, event organisasi dan lain sebagainya juga bisa dimasukkan ke dalam portofolio kita.
Berikut adalah tahap-tahap yang harus diterapkan saat kita mulai menyusun portofolio karya :
- Kumpulkan karya yang pernah kita buat dalam satu folder
- Pilah-pilah karya tersebut berdasarkan kategorinya jika kita punya lebih dari satu kategori. Contohnya kategori menulis, menggambar dan sebagainya
- Tentukan karya mana yang ingin ditonjolkan. Pastikan karya yang menurutmu paling layak di highlight adalah karya terbaru atau karya terbaik yang pernah kamu buat.
- Siapkan media untuk mendokumentasikan karya. Bisa menggunakan website atau dengan layout desain
Contoh Portofolio Karya Tulisan
Dalam menyusun portofolio tulisan, format yang perlu dicantumkan adalah judul tulisan, isi tulisan, jika tulisan tersebut pernah diterbitkan di jurnal, media online ataupun media cetak jangan lupa untuk menuliskan tanggal berapa dan dimana tulisan kita diterbitkan. Beserta link website tempat tulisan diterbitkan atau gambar bukti terbitnya.
Banyak yang kebingungan menyusun portofolio karya tulisan, sehingga tidak sedikit orang yang menyusun beberapa tulisannya dalam satu file word. Hal tersebut sama sekali tidak salah, apalagi jika itu memang menjadi ketentuan dari instansi yang kita tuju. Akan tetapi kita bisa membuat portofolio karya tulisan menjadi lebih enak dilihat dan juga terlihat lebih modern. Caranya adalah memanfaatkan website portofolio. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai website-website tersebut :
- Blog pribadi (Blogspot, wordpress) Posting karya tulisan terbaru kalian di blog pribadi. Usahakan blog yang digunakan memang khusus untuk portofolio kita.
- Clippings.me Website ini menyediakan 10 slot judul gratis untuk memposting portofolio tulisan kita. Jika kita ingin memposting lebih dari 10, bisa berlangganan layanan premiumnya. Website ini termasuk simple dan mudah digunakan. Karena kita hanya perlu memasukkan data-data yang perlu ditayangkan, seperti judul tulisan, tanggal terbit, website atau tempat terbit, deskripsi singkat tiap tulisan, gambar dan lampiran jika ingin melampirkan fulltext hasil karya kita.
- Wix.com Kita bisa memanfaatkan fitur blog yang ada di wix untuk memposting karya-karya tulisan kita. Selain itu di wix kita bisa menggunakan fitur CV Online dan menambahkan beragam kategori portofolio lainnya.
Contoh Portofolio Karya Multimedia (Gambar/Desain/Fotografi/Videografi)
Behance.net di website ini kita bisa memposting hasil gambar, desain ataupun fotografi. Disini kita juga berpeluang mendapatkan project dari client yang bisa jadi menemukan karya kita di internet.
Kreavi.com website buatan anak bangsa ini bisa kita manfaatkan untuk mengunggah portofolio gambar hingga video yang pernah kita buat. Tampilannya sangat user friendly dan juga tersedia halaman untuk melamar pekerjaan.
Pinterest & Instagram jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengelola website portofolio, atau lebih suka dengan media sosial, Pinterest dan Instagram juga bisa dimanfaatkan untuk mengunggah hasil karya kita. Jangan lupa siapkan akun khusus, dianjurkan tidak bercampur dengan akun pribadi.
Contoh Portofolio Lainnya
Lalu bagaimana jika portofolio yang perlu dilampirkan bukan hasil karya multimedia ataupun karya tulisan? Misalnya saat kita melamar posisi Brand Communication, Social Media Specialist, Marketing Communication, Project Development dan lain sebagainya, Biasanya saat melamar posisi-posisi tersebut kita diminta melampirkan portofolio. Berikut adalah step-step menyusun portofolionya :
- Jika yang posisi yang kita lamar berhubungan dengan social media, maka kita harus menuliskan akun apa saja yang pernah kita kelola, jelaskan bagaimana perkembangan akun tersebut saat kita kelola, apa saja jobdesc kita saat menghandle akun tersebut.
- Begitu juga jika posisi yang kita lamar berhubungan dengan marketing ataupun strategi, kita perlu mencantumkan apa strategi yang pernah kita buat dan bagaimana hasilnya (bisa disertakan persentase keberhasilannya) dan jobdesc apa saja yang pernah kita lakukan saat itu.
- Kita bisa menggunakan website ataupun layout design. Jangan lupa sertakan foto dan deskripsi-deskripsi yang sudah dijelaskan diatas
Menyusun portofolio bisa kita lakukan sedini mungkin, sehingga semua karya kita bisa terdokumentasikan dengan baik dan jika dibutuhkan di kemudian hari kita tidak perlu pusing-pusing mengingat dan mengumpulkan karya yang pernah kita buat. Selamat mencoba!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI