Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis - Panggil saya Kang Adjat saja

Meskipun sudah tidak muda, tapi semangat untuk terus berkarya dan memberi manfaat masih menyala dalam diri seorang tua

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Lebaynya Puan Malah Bisa Jadi Bumerang (?)

13 Februari 2022   19:03 Diperbarui: 13 Februari 2022   19:06 491
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Secara gamblang, mantan Wali Kota Solo tersebut kemudian mengungkap alasan kenapa Ganjar Pranowo tidak menyambut Puan Maharani saat melakukan kunjungan ke wilayah Jawa Tengah, karena Ganjar Pranowo tidak dikabari akan datangnya anak Megawati itu, sehingga dengan demikian Ganjar pun tidak menyambutnya saat datang ke daerah. 

FX Rudy pun lebih lanjut menyebut bahwa penyambutan Puan Maharani sebagai anggota DPR memerlukan protokoler sendiri.

Hal itu pun harus melalui pemberitahuan terlebih dahulu.  Malahan Rudy sendiri menegaskan, sebagai kader PDI-P dirinya juga pasti akan menjemput apabila dikabari dan diminta untuk menjemput.

Selain tidak ada pemberitahuan kepada orang  nomor satu di Jawa Tengah tentang kedatangan Puan tersebut, bersamaan dengan itu, Ganjar Pranowo pun saat itu tengah menghadiri acara presentasi mitigasi bencana di Jakarta.

Dari penjelasan FX Hadi Rudyatmo yang begitu gamblang dan terang-benderang, publik pun semakin faham, dan berkesimpulan, bahwa bukan Gubernur Jawa Tengah yang ogah-ogahan menyambut kedatangan Putri Mahkota PDIP ketika mengadakan kunjungan ke daerah basisnya PDIP tersebut, melainkan Puan Maharani sendiri yang tidak melakukan koordinasi.

Atau jangan-jangan Puan ini lantaran ingin mendapatkan simpati, paling tidak untuk mengangkat elektabilitasnya agar tidak jeblok lagi seperti selama ini, kemudian berusaha menjatuhkan nama Gubernur Jawa Tengah sebagai seorang pembangkang yang tidak patuh kepada yang terhormat Kanjeng putri mahkota?

Sungguh naif memang. Sikap Puan Maharani seperti itu justru dianggap sebagai bumerang, alias senjata yang bakal makan tuan. Bukannya mendapat dukungan, justru malah dicemoohkan sebagai seorang yang mencoba untuk menggali kuburnya sendiri.

Betapa tidak. Coba saja perhatikan suara netizen yang berasal dari akar rumput di media sosial, maupun komentarnya atas pemberitaan masalah ini. Begitu risih menyimaknya juga...***

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun