Perjalanan pagi ini (Kamis, 17 Agustus 2023) menuju Kecamatan Sukapura dinaungi cuaca cerah. Sayang, memasuki pusat Kecamatan Sukapura tepatnya dekat Pom Bensin Sukapura, fan belt sepeda motor putus.
Akibatnya, sepeda motor tidak dapat melaju dan terpaksa berhenti mendadak di tengah jalan. Bersyukur deretan kendaraan di belakang penulis dapat mengantisipasi keadaan. Sehingga tidak sampai terjadi benturan antar kendaraan.
Kembali banyak bersyukur dan nasib mujur, ada bengkel dan toko onderdil sepeda motor dekat kejadian. Memungkinkan penggantian fan belt cepat tertangani.
Selesai mengganti fan belt, segera menuju lapangan upacara "Detik-Detik Proklamasi" yang dipusatkan di Lapangan Sukapura-Kabupaten Probolinggo.
Jalannya Upacara
Di lapangan sudah banyak bersiap peserta upacara. Baik dari para pegawai dan pelajar di lingkup Kecamatan Sukapura.
Penulis segera ambil posisi strategis. Cukup dekat dengan panggung kehormatan. Dekat dengan Pasukan Drumband SMP Negeri 1 Sukapura.
Hadir undangan dari jajaran Forkopimcam Sukapura. Juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, diwakili Bapak Supoyo yang sekaligus tokoh masyarakat Sukapura.
Peserta upacara terdiri dari kalangan sipil dan militer, para pegawai dan perwakilan organisasi masyarakat. Termasuk pelajar SD, SMP, SMA dan Sederajat yang ada di lingkup Kecamatan Sukapura.
Pukul 09.50 WIB, upacara "Detik-Detik Proklamasi" di lapangan Sukapura dimulai. Dibuka dengan persiapan seluruh pasukan oleh pemimpin upacara.
Tepat pukul 10.00 WIB, "Detik-Detik Proklamasi" dikumandangkan. Bunyi sirine yang sudah disiapkan panitia dan juga kendaraan bersirine memecah kehidmatan jalannya upacara. Inilah tradisi yang masih terjaga di Kecamatan Sukapura.
Seluruh peserta upacara dan tak terkecuali juga masyarakat yang hadir menundukan kepala. Mengenang peristiwa 78 tahun yang lalu, tepatnya pukul 10.00 WIB, tanggal 17 Agustus 1945. 78 tahun yang lalu, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta (Sekarang Jalan Proklamasi), Sukarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agsutus 1945 menjadi tonggak hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Merdeka dari penjajahan dan penindasan bangsa lain. Merdeka sebagai satu bangsa, berdaulat sebagai satu negara, yaitu Indonesia.
Makna 78 Tahun MerdekaÂ
Dalam pelaksanaan upacara "Detik-Detik Proklamasi" di Kecamatan Sukapura tahun ini tidak ada amanah yang dibacakan inspektur upacara.
Selaku bangsa yang besar, makna 78 Tahun Merdeka mengacu pada Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dirangkum sebagai berikut: (Lihat Sumber)
Pertama, perlunya menghidupkan kembali budaya santun dan berbudi luhur. Menjadi identitas moralitas bangsa Indonesia yang sejak dulu dikenal sebagai bangsa santun dan berbudi luhur.
Kedua, bijak memanfaatkan bonus demografi. Merupakan peluang meraih Indonesia Emas 2045. Tepat di 100 Tahun Indonesia Merdeka.
Ketiga, keberanian Indonesia bersikap di kancah internasional. Memberi kepercayaan dunia internasional bagi peran Indonesia di G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN dan lainnya membuktikan sukses Indonesia menghadapi krisis dunia di tiga tahun terakhir ini.
Keempat, Indonesia sebagai middle power in Asia kredibilitasnya perlu dipertahankan. Agar suara Indonesia lebih didengar untuk peran diplomasi di kawasan regional dan internasional.
Wasana Kata
Puncak "Detik-Detik Proklamasi" Ke-78 RI lewat upacara di lapangan Kecamatan Sukapura terselenggara dengan lancar dan sukses berkat kerjasama semua pihak. Menandakan ciri khas masyarakat sekitar Gunung Bromo yang guyub, rukun, dan menghargai jasa para pahlawan.
Pandangan di atas sejalan dengan tradisi yang melekat dan tetap dipelihara dengan baik oleh masyarakat di Kecamatan Sukapura. Wilayah kecamatan di seputaran Gunung Bromo yang terdiri dari 12 Desa, mulai dari Desa Jetak hingga Desa Wonotoro.
Semoga pola hidup guyub dan rukun tetap lestasi di masyarakat Sukapura dan Indonesia pada umumnya. Memberikan sumbangsih bagi kemajuan di berbagai bidang pembangunan. Khususnya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang semakin maju dan jaya dalam bingkai NKRI.
 Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H