Mohon tunggu...
ARIF R. SALEH
ARIF R. SALEH Mohon Tunggu... Guru - SSM

Menyenangi Kata Kesepian dan Gaduh

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Puan-Ganjar di Pilpres 2024, Koalisi Dapat Apa?

20 Juni 2022   20:49 Diperbarui: 21 Juni 2022   18:25 2050
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kolase foto Puan Maharani (kiri) dan Ganjar Pranomo (kanan). Foto: Kompas.com/Kristianto Purnomo-Roderick Adrian

Menarik melihat tarik ulur kekuatan politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Saling klaim dan saling jegal tampak akan semakin menghias beranda jagat media di nusantara.

Unjuk kekuatan dengan upaya membentuk koalisi partai menuju Pilpres 2024 mulai menggelinding. Memunculkan beberapa figur yang dianggap layak untuk meneruskan kekuasaan pucuk pimpinan di negeri yang dibangun dari darah dan nyawa para pejuang kemerdekaan.

Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) sebagai lokomotif pemerintahan Presiden Joko Widodo mulai merapatkan barisan. Walaupun ada "letupan" dari dalam berkaitan dengan sosok "Ganjar Pranowo" dan arus dukungan yang mungkin berubah dari kubu "Projo".

Sebagai partai besar dan dibesarkan dari revolusi politik, eksistensi PDI-P di kancah politik Indonesia telah memberi pengaruh besar di lembaga negara. Baik di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Cengkeraman pengaruh politik PDI-P bahkan begitu kuat di lembaga pertahanan dan keamanan negara. Memungkinkan PDI-P memainkan politik pragmatis dalam kondisi apapun dan khususnya menjelang Pemilihan Umum.

Alhasil, PDI-P muncul sebagai kekuatan utama di Pemilu Legislatif 2014 (meraup 18,95% suara) dan 2019 (22,26% suara). Melanggengkan Joko Widodo duduk di Istana Negara selama 2 periode.

Dalam membentuk pemerintahan, mesin politik PDI-P begitu supremasif. Kental mewarnai terbentuknya Kabinet Kerja (2014-2019) dan Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).

Saat Kabinet Kerja terbentuk, diisi oleh tokoh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat. Menduduki 16 kursi, terdiri dari PDI-P (5 menteri), Partai Golkar (2 menteri), Partai NasDem (2 menteri), PKB (4 menteri), PAN (1 menteri), Partai Hanura (1 menteri), dan PPP (1 menteri). (Lihat Sumber)

Terbentuknya Kabinet Indonesia Maju, tokoh dari partai politik Koalisi Indonesia Maju sebagai pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali mengisi jabatan menteri. PDI-P (4 menteri), Partai Golkar (4 menteri), Partai NasDem (3 menteri), PKB (3 menteri), dan PPP (1 menteri). (Lihat Sumber)

Dalam perkembangannya, Kabinet Indonesia Maju dapat menarik dukungan dari Partai Gerindra dan PAN. Kompensasinya, di Koalisi Indonesia Maju Partai Gerindra mendapat jatah 2 menteri, dan PAN 1 menteri.

Kembali menghadapi Pilpres 2024, beberapa figur yang akan diusung partai dan non partai mulai menghias jagat media. Bahkan hasil survei terbaru dari berbagai media menempatkan (sementara) sosok non partai Anies Baswedan di posisi 3 besar.

Sosok Ganjar Pranowo begitu menyedot perhatian publik tanah air. Gubernur Jawa Tengah yang diusung dan besar di PDI-P ini mulai didekati partai politik lainnya untuk menuju Pilpres 2024.

Sumber: twitter.com/puanmaharani_ri dan instagram.com/ganjar_pranowo
Sumber: twitter.com/puanmaharani_ri dan instagram.com/ganjar_pranowo

Kemiripan pendekatan Ganjar Pranowo dengan Joko Widodo dalam mengemban tugas menjadi pertimbangan utama mengusung tokoh ini ke Istana Negara. Bahkan para pendukungnya yang mempunyai jaringan di berbagai daerah seperti "Ganjarist" dan "Sahabat Ganjar" telah siap mengusung Ganjar Pranowo sebagai "Presiden" di Pilpres 2024.

Tetapi, dalam politik semua kemungkinan dapat berubah dan terjadi begitu dinamis. Dukungan fanatik sahabat Ganjar  jelas akan berbenturan dengan kepentingan politik PDI-P di Pilpres 2024.

Secara tersirat dan memang belum dideklarasikan, tampaknya PDI-P akan bersikukuh mengusung Puan Maharani. Pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi adalah calon kuat menuju RI-1 dari PDI-P.

Kukuhnya tokoh, kader, dan simpatisan PDI-P sebagai partai terbesar di Indonesia yang akan mengusung Puan Maharani ke Istana Negara akan menjadi dilema bagi Ganjar Pranowo. Terkecuali Ganjar Pranowo didudukkan sebagai Cawapres oleh PDI-P mendampingi Puan Maharani dan Ganjar mematuhinya seperti yang ditegaskannya,"Saya anggota PDI-P. Tentu keputusan tegak lurus pada Ibu Ketum." (Lihat Sumber)

Seandainya PDI-P kukuh mengusung Puan Maharani-Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, adakah partai politik yang mau berkoalisi? Tentu jawabannya "Ada". Mengingat nama besar PDI-P di bawah kendali Megawati Soekarnoputri dan peran Puan Maharani di percaturan politik nasional.

Baca Juga: Mengajar Tidak Harus Pakai Teknologi

Nilai jual Ganjar Pranowo yang akan menjadi tandem Puan Maharani juga menjadi perhitungan pemilih. Siap melanjutkan pembangunan negeri ini dari pemerintahan sebelumnya.

Terbentuknya koalisi partai politik yang akan mengusung Puan-Ganjar di Pilpres 2024 adalah keniscayaan. Politikus PDI-P jelas kembali memainkan peran penting. Kompensasi "jatah kue" di pemerintahan nantinya akan dipertontonkan kembali seandainya Puan-Ganjar melenggang ke Istana Negara.

Mari kita tunggu segala kemungkinan yang ada. Dinamika politik akan terus menggelinding dan terkadang tidak mampu ditebak seperti apa wujudnya. Salam Persatuan. NKRI Harga Mati!.

Referensi: 1, 2, 3, 4, 5, 6

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun