Mohon tunggu...
ARIF R. SALEH
ARIF R. SALEH Mohon Tunggu... Guru - SSM

Menyenangi Kata Kesepian dan Gaduh

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sengaja Dibakar

6 Mei 2016   08:25 Diperbarui: 6 Mei 2016   08:28 323
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berbaur tanah basah menyebarkan aroma khas hutan belantara

Naungan binatang melata pada semak belukar

Istana semut dan rayap menggunduk tanah merongga

Surga para pengelana satwa buas pengcengkeram mangsa

Tempat bermain penggelantung yang lincah meloncat pepohonan

Penggaung suara nyanyi riang hewan penggembira alam raya

ITU DULU kawan!

Sekarang sudahlah beda….

SANGATLAH BEDA!

Pada menjelang musim kemarau nan panjang

Terbius dan terbiasa hutan yang sengaja dibakar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun