Cahaya membuat saya yakin bahwa jika ada hari baru yang diijinkan oleh Sang Kuasa, maka badai akan berlalu.
Di aplikasi pengamat cuaca, diperkirakan akan reda di pukul 8 pagi. 8 jam bukan waktu uang singkat di tengah suasana yang mencekam tersebur, tapi bagi saya yang penting akan berlalu.
Di tengah angin tapi sudah cukup terang, saya mencoba menengok situasi sekeliling dan ke rumah sebelah, ada keluarga orang tua juga disana.
Melintasi pohon yang tumbang, saya menjumpai mereka. Ada senyuman, sukacita karena semalam telah berlalu.
Kami mendengar kabar saudara saudara di pesisir harus mengungsi, rumah banyak yang ambruk dan ada korban.
Pukul 10, kami memberanikan diri membereskan dahan dari pohon yang tumbang. Nampak angin masih berhembus sedang  langit masih mendung. Tapi Seroja sepertinya sudah beranjak.
Listrik masih padam dan akan lama. Setelah membereskan pohon tumbang, saya berispa untuk memastikan beberapa sanak keluarga yang perlu dibantu.
Dalam situasi seperti ini, memang haris salimg menguatkan dan membantu.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H