Maduro tidak gentar, didukung oleh kekuatan militer, Maduro balik menantang lawan-lawannya, dan tidak menunjukkan tanda-tanda mau mundur.
Skenario apa yang akan terjadi selanjutnya di Venezuela terus berkembang, mulai dari Maduro mundur, pengambilan kekuasaan oleh militer dan Amerika Serikat mengintervensi lebih jauh hingga muncul perang saudara. Â
Artinya BPN bisa mengatakan bahwa TKN berhalusinasi, namun ketika isu people power semakin menguat dan narasi menolak hasil pemilu terus dikumandangkan pantas saja skenario Venezuela diungkapkan.
Kita harus jujur bahwa para elit politik kita sampai sekarang belum menemukan titik temu. Bukan soal menerima kekalahan dan mengakui kemenangan tetapi soal rekonsiliasi.
Rekonsiliasi yang dimaksud adalah memberi kesejukan kepada masyarakat bahwa persoalan politik dapat diselesaikan dengan kepala dingin, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala-galanya.
Saling menuding, saling menyanggah kerap terjadi. Bukti bahwa ambisi kekuasaan dapat menggelapkan mata hingga menggunakan segala daya dan upaya untuk meraihnya.
Masyarakat tentu ingin tenang dan sabar menunggu hasil resmi KPU hingga tanggal 22 Mei nanti. Publik juga berharap segala langkah-langkah yang diambil tetap konstitusional.
Sudahi sudah, di bulan Ramadhan ini, hentikan sudah. Kedua belah pihak harus lebih sabar menunggu, dan berfokus menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan jikalah sampai di sidang gugatan MK.
Berharap skenario Venezuela tidak terjadi di Indonesia adalah hal yang terbaik. Kita yakin bahwa kedua belah pihak ingin yang terbaik demi persatuan Indonesia tercinta.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H