Kondisi tekanan penerimaan dan upaya ekspansi investasi pasti berimplikasi pada peningkatan utang; namun hal ini bukan sesuatu yang menimbulkan ancaman pada kemudian hari. Pilihan ekspansi fiscal ini ebih baik daripada menanggung dampak perekonomian yang menyusut yang membutuhkan waktu lama untuk pemulihan. Dengan menggiatkan investasi pada infrastruktur akan menjadi "teaser" alias daya tarik bagi dunia usaha untuk berinvestasi dan mendorong minat terhadap permintaan kredit investasi. Dengan demikian, "idle money" pada perbankan akan turun dan pada sisi lain menambah sisi pendapatan perbankan yang berimplikasi pada penurunan suku bunga.
Skenario demikian mirip dengan pilihan "chicken and egg", alias mana yang lebih dahulu. Berharap pada dunia usaha untuk melakukan peningkatan investasi dengan suku bunga pinjaman yang masih "double digit" tentu tidak mudah; tetapi dengan inisiatif pemerintah akan lebih mungkin dan sangat sesuai dengan pemahaman serta pembelajaran dari penanganan masalah perekonomian dalam kondisi tekanan.
Mengutip dari pemikiran ekonomis John Maynard Keynes : "In recessions the aggregate demand of economies falls. In other words, businesses and people tighten their belts and spend less money. Lower spending results in demand falling further and a vicious circle ensues of job losses and further falls in spending. Keynes’s solution to the problem was that governments should borrow money and boost demand by pushing the money into the economy. Once the economy recovered, and was expanding again, governments should pay back the loans."Â
Resep sudah tersedia tanpa harus mereka-reka, apalagi memilih untuk melakukan pengetatan anggaran pemerintah. Mengelola keuangan negara bukan seperti korporasi; dalam kondisi tekanan dunia usaha termasuk korporasi dan UMKM akan melakukan pengetatan tetapi sebaliknya pada pemerintah perlu meningkatkan belanja.
Arnold Mamesah - 21 Oktober 2016
Masyarakat Infrastruktur Indonesia - Laskar Initiatives
PS. Artikel ini didedikasikan untuk yang terkasih Diana MS yang merayakan hari ulang tahun !Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H