Mohon tunggu...
Arkin Kisaran Putra Abdya
Arkin Kisaran Putra Abdya Mohon Tunggu... -

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Ayah, Akhirnya Aku Sarjana

26 Januari 2017   00:51 Diperbarui: 26 Januari 2017   01:09 2564
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Tetapi untunglah, semangat itu muncul kembali di saat-saat terakhir sekolah. Ada semacam kekuatan yang memunculkan optimisme dalam diri kalau Gita harus mampu mewujudkan amanah almarhum. ‘Gita setelah lulus SMA nanti, lanjut terus ya nak’,”kenang Gita.

Lebih lanjut, ia menceritakan awalnya pertualangan itu dimulai beberapa saat setelah hasil SNMPTN diumumkan. Dia diterima di prodi S1 Illmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry (dulu IAIN) yang merupakan pilihan pertamanya tahun akademik 2012/2013. Ia meminta restu dari Ibunda dan kakak dan abangnya untuk merantau seorang diri ke Banda Aceh tanpa sanak saudara. Bermodal emas yang ditinggal almarhum papanya sebagai tanda cinta saat mempersunting ibundanya, terpaksa harus dijual untuk biaya awal masuk kampus. 

Menurutnya, sejak SMA Gita sudah tertarik pada Ilmu Perpustakaan walaupun sebagian calon mahasiswa pada waktu itu melirik ‘sebelah mata’ dianggap jurusan yang tidak Favorit. Karena saat masih sekolah dia selalu senang bermain dan membaca di perpustakaan gampong gosong telaga utara, Aceh Singkil kampung halamannya.

Diakhir cerita, Gita berpesan orang miskin juga berhak untuk sukses, semua tergantung pada usaha dan komitmen untuk mewujudkannya. Karena status social maupun ekonomi bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Bagi kawan-kawan seperjuangan siding adalah saat yang paling mendebarkan bagi seluruh mahasiswa. Ini menjadi proses akhir di dunia akademik sekaligus menjadi titik awal bagi perjuangan seseunguhnya di luar kampus. Setiap mahasiswa yang ingin meraih gelar sarjana dari almamater ini, harus melewati fase tersulit ini. Fase yang paling menakutkan, apalagi jika mendapatkan dosen penguji yang killer. [A.Kisaran]

Kota Pelajar, Darussalam

25 Januari 2017, menjelang tengah malam.

*Tulisan ini sebagai wujud bahagia, saat sang pujaan hati menunaikan amanah orang tua

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun