Mohon tunggu...
Aril Riza
Aril Riza Mohon Tunggu... lainnya -

kuli kapal

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sejarah Singkat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

12 April 2012   01:36 Diperbarui: 25 Juni 2015   06:44 5855
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tanjung Perak

Waktu terang bulan, udara bersinar terang
Teranglah sekali di kotalah Surabaya
Belum berapa lama saya duduk dengan bimbang
Datang kawan saya si gendut itu namanya

Ayo rame-rame, pergi kota Tanjung Perak
Panggil satu taksi, kita bersorak bersama
Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut
Bawa gitar kroncong piul, jangan lupa bawa anggur
Tanjung Perak tepi laut

Depak pak drom drom drom, sparango sparanggo
Teranglah sekali dikotalah Surabaya
Belum berapa lama saya duduk dengan bimbang
Datang kawan saya mas Dani itu namanya

Ayo rame-rame, pergi kota Tanjung Perak
Panggil satu taksi, kita bersorak bersama
Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut
Bawa gitar kroncong piul, jangan lupa bawa anggur
Tanjung Perak tepi laut

Sekilas itu lirik lagu tanjung perak yg entah siapa awal mula penyanyinya namun berhasil dibawakan salah satu peserta indonesian idol dengan sangat luar biasa.

http://www.youtube.com/watch?v=iLiA6QZT3Rw

Namun sedikit banyak masyarakat yg kurang faham mengenai sejarah tanjung perak itu sendiri, bahkan warga surabaya sendiri. saya sendiri bukan warga surabaya, namun kota itu khususnya Tanjung Perak akan mungkin menjadi tempat praktek saya yg seorang taruna pelayaran akademi maritim yogyakarta.
Berikut adalah sejarah singkat Tanjung Perak yg saya dapatkan dari Perpustakaan PELINDO III, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sejarah Singkat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Sejarah pertumbuhan pelabuhan Tanjung Perak merupakan suatu mata rantai perkembangan ekonomi yang meliputi daerah Jawa Timur sebagai daerah hinterland yang lokasi alamiahnya sangat menguntungkan bagi suatu pelabuhan dengan perairan yang cukup tenang dan terlindungi.
Dahulunya, kapal-kapal samudra membongkar dan memuat barang-barangnya melalui tongkang-tongkang atau perahu-perahu yang dapat mencapai pusat kota Surabaya dengan melewati Kalimas. Perkembangan lalu lintas perdagangan dan kecepatan arus barang membuat bertambah luasnya arus komunikasi dan pergudangan yang tidak dapat dilayani seluruhnya oleh boom-boom yang ada di jembatan merah.
Pada tahun 1875, Ir.W.De Jongth menyusun rencana untuk memberikan kesempatan kepada kapal-kapal samudra membongkar dan memuat langsung dari atau kedarat dan tidak lagi melalui tongkang-tongkang atau perahu-perahu. Tetapi rencana ini tidak mendapat persetujuan karena biaya yang terlampau tinggi.
Baru pada sepuluh tahun pertama abad 20 dibuat rencana yang lebih real yang dibuat oleh Ir.W.B.Van Goor yang menekankan keharusan merapatkan kapal-kapal samudra pada kade. Dua orang didatangkan dari negeri Belanda, masing-masing Prof.Dr.J.Kaus dan G.J.De Jongth dengan tugas memberikan advice mengenai pelaksanaan rencana pembangunan tersebut. Pembangunan pelabuhan itu sendiri baru dimulai setelah tahun 1910.
Ketika selama pelaksanaan ternyata banyak sekali permintaan untuk menggunakan kade yang belum seluruhnya selesai itu, maka dilaksanakan pula perluasannya.
Sejak itu arti dan kegunaan pelabuhan Tanjung Perak sangat berpengaruh atas perkembangan lalu lintas perdagangan di Jawa Timur maupun di Indonesia bagian timur.
Dalam masa pembangunan saat ini, usaha-usaha pengembangan selanjutnya dari pelabuhan Tanjung Perak diarahkan pada perluasan-perluasan kade, penyempurnaan fasilitas-fasilitas yang ada, pengembangan daerah industri di pelabuhan dan hal-hal lain yang akan berjalan sesuai dengan perkembangan pelabuhan jaman modern.

Letak Geografis Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun