Mohon tunggu...
Ari Indarto
Ari Indarto Mohon Tunggu... Guru - Guru Kolese

Peristiwa | Cerita | Makna

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

Musik Indonesia di Tengah Gempuran Musik Dunia

12 Maret 2023   20:52 Diperbarui: 12 Maret 2023   20:54 444
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi konser musik (Ocan Calistan-Pixabay.com)

Musik. Musik menjadi roh kehidupan yang tak mungkin ditinggalkan. Tanpa musik, kehampaan dan kesunyian akan menyelimuti setiap insan. Musik adalah hidup. 

Musik Indonesia sungguh kaya akan warna. Musik modern, musik tradisional masih mungkin dinikmati dalam berbagai ragam suasana. Meskipun pandemi selama tiga tahun menerpa Indonesia, toh perkembangan musik tidak berhenti. Ruang-ruang pertunjukan virtual berkembang begitu pesat. 

Musik online 

Selama Pandemi, pecinta musik  enggan pergi ke tempat konser musik. Dalam situasi ini, para pecinta musik  lebih memilih menikmati musik di rumah atau membeli musik dari berbagai media online. Selama pandemi konser online pun berkembang dan pembelian media musik online pun tumbuh pesat. Justru selama pandemi banyak pemusik yang menghasilkan karya berkualitas dan dapat diterima bukan hanya masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat musik dunia. 

Beberapa jenis musik dan lagu selama pandemi begitu mendunia, misalnya saja, Lathi (Wirt Genius), To The Bone (Pamungkas), I Love You 3000 (Stepanie Poetri), Cinta Luar Biasa, dan masih banyak yang lain. Kita bisa menikmati musik-musik Indonesia dengan kelas dunia. 

Ternyata pandemi tidak menyurutkan pemusik-pemusik muda untuk berkolaborasi dan berkarya. Meski, konser-konser panggung terbuka tidak terjadi selama pandemi, konser online di berbagai media online masih mungkin kita nikmati, misalnya youtube, sportify, JOOX Music, SoundCloud dan Resso Music.  Justru di sinilah para pemusik mempunyai pengalaman baru dalam berkarya. 

Kreativitas insan musik

Pandemi ini tidak akan mengubah wajah industri pertunjukan musik sepenuhnya, tapi justru membuat para pelakunya banyak mencoba berbagai hal baru yang memungkinkan penyelarasan dengan dunia digital dan tentunya tetap harus sejalan dengan protokol yang ditetapkan pemerintah. Digital platform menjadi sarana baru yang banyak digunakan musisi untuk terhubung dengan para penikmat musiknya, sekaligus menjadi saluran bagi mereka untuk berkarya. (2)

Pandemi juga membawa perubahan-perubahan pada industri musik di Indonesia. Pemusik muda lahir, lagu-lagu baru lahir, grup-grup band pun satu per satu hadir di tengah kebekuan musik Indonesia di tengah pandemi. Bahkan industri musik di Tanah Air mulai mencoba untuk  mengembangkan sayap pada level musik dunia. Pandemi telah menyiksa pada insan musik yang tak sanggup untuk bertahan, tetapi pandemi juga membangkitkan kreativitas tiada batas. 

Geliat musik indonesia semakin bangkit, bahkan saat pandemi. Merujuk data dari Anugrah Musik Indonesia (AMI) yang berlangsung bulan lalu, papar Amin, AMI Awards 2021 menerima 4.645 karya. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2020 yang menerima 2.971 karya. Selain itu, pada Juni 2020, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki nilai pasar streaming musik terbesar di dunia, menduduki posisi ke-18. (1)

Konser musik 

Ketika pemerintah perlahan-lahan mulai mengendurkan aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), kehidupan baru industri musik mulai tumbuh. Selama Pandemi, pecinta musik benar-benar merasakan kegelisahan dan kebosanan tidak dapat menikmati berbagai konser musik.  Ketika konser mulai diadakan, animo masyarakat untuk menikmati hiburan musik sangat besar. Tiket-tiket yang dijual diberbagai konser pun dalam sekejap diserbu dan habis terjual.  

Namun, animo pecinta musik tanah air ternyata belum terjawab. Beberapa konser yang diadakan pun terpaksa dibubarkan karena disinyalir akan menimbulkan kegaduhan. Misalnya, festival musik "Berdendang Bergoyang" terpaksa harus dihentikan karena jumlah penonton yang melebihi kapasitas. Ketidaktertiban penonton pada akhirnya membuat ribuan  penonton harus berdesak-desakan di kerumunan. Bahkan festival musik yang digelar di Istora Senayan yang seharusnya hanya mempunyai daya tampung 10.000 orang, ternyata penonton membludak hingga 21.000 penonton. Konser pun terpaksa dihentikan karena tidak kondusif dan dianggap akan memunculkan keonaran dan mengancam penonton. 

Setelah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia dinyatakan berakhir yang ditandai dengan dicabutnya kebijakan tersebut oleh  Presiden Joko Widodo (Jokowi), kegiatan-kegiatan musik juga mengalami peningkatan. Konser musik yang menghadirkan penyanyi, pemusik dan grup-grup band Indonesia  rutin diadakan di berbagai tempat di Indonesia. Insan permusikan Indonmesia mulai tersenyum dan bersemangat untuk berkarya. 

Gempuran musik dunia

Bukan hanya insan musik Indonesia saja yang mulai bangkit berkarya. Ternyata, pemusik dan penyanyi internasional pun mulai menggempur penikmat musik tanah air. Serbuan-serbuan pemusik dunia bukan hanya melalui media-media online, tetapi merambah sampak ke pelosok Tanah Air. Midalnya, Westlife manggung di Jakarta pada 11 Februari 2023.  Konser bertajuk “Westlife, the Wild Dreams Tour, All the Hits” tersebut disaksikan lebih dari 25 ribu penonton. 

Jauh dari riuh kota Jakarta, Band legendaris asal Inggris, Deep Purple, tampil di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 10 Maret 2023. Konser bertajuk “Deep Purple World Tour” ternyata sangat dinantikan penikmat dan pecinta Deep Purple. Tiket presale konser band heavy metal yang dijual dengan harga 500 ribu sampai dengan 2,5 juta tersebut  ternyata terjual hanya dalam waktu satu hari.

Konser Blackpink bertajuk "Born Pink’ yang digelar pada 11-12 Maret 2023 di Stadion Utama Senayan Jakarta ditonton hampir 70 ribu penonton. Tiket konser Blackpink di GBK yang dibanderol mulai dari harga Rp1.350.000  hingga Rp 3.800.000 tersebut ternyata habis terjual dalam waktu 15 menit. 

Usainya pandemi ternyata membawa kebangkitan musik tanah air. Bahkan musik dunia. Bukan hanya itu, penonton dan penikmat musik pun kalap dan membabi buta menyaksikan segala jenis pertunjukan.Harga tiket berapapun terjual. Dimanapun pertunjukan disaksikan. Keterikatan emosional penyanyi, pemusik dan penonton telah menyihir ribuan konser menjadi lahan bisnis tanpa batas. 

Segelintir orang tak bertanggung jawab pun mulai menggunakan sebagai pendulang rupiah, membohongi dengan berbagai konser tipu-tipuan. Tiga orang di Makasar ditangkap karena mengadakan konser bodong Sheila on Seven, 1.415 penggemar musik tertipu. (3)

Industri musik bangkit. Karya-karya musik semakih beragam. Gelar konser pun meraup tak terkira. Pemusik dan penyanyi internasional mulai merambah kota-kota di Indonesia. Gempuran karya-karya pemusik dan penyanyi dunia semakin kuat di Indonesia. Kini, Negeri ini  menjadi lahan bisnis yang tiada batas.  

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun